Susi Dapat Hadiah Kapal Koran Bekas dari Santri di Banyuwangi

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menerima hadiah kapal di Pondok Pesantren Darussalam Banyuwangi, Sabtu (3/11/2018). (Foto: Jafrianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menerima hadiah kapal di Pondok Pesantren Darussalam Banyuwangi, Sabtu (3/11/2018). (Foto: Jafrianto/kumparan)

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menerima hadiah kapal saat menghadiri acara “makan ikan bersama santri” di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (3/11). Uniknya, kapal tersebut terbuat dari kertas koran bekas.

Cendera mata tersebut diberikan oleh perwakilan pengurus pondok pesantren. Dalam kesempatan tersebut, Susi menyebut, konsumsi ikan di Indonesia khususnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah masih rendah.

“Konsumsi ikan perkapita dari bangsa kita dari 36 kilogram pada saat Pak Jokowi mulai pemerintahan untuk bisa 2019 ini mencapai 50 kilogram dan sekarang baru 4,6 kilo, jadi masih jauh,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan keprihatinan soal konsumsi makan ikan di Pulau Jawa selama melakukan roadshow di Jawa Timur.

“Jawa Timur dan Jawa Tengah itu letaknya di pantai utara, tapi justru konsumsi ikannya paling rendah dibanding tempat lain,nya.

Menteri Susi Pudjiastuti memberikan kata sambutan di acara makan ikan bareng di Pondok Pesantren Darussalam Banyuwangi, Sabtu (3/11/2018). (Foto: Jafrianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Susi Pudjiastuti memberikan kata sambutan di acara makan ikan bareng di Pondok Pesantren Darussalam Banyuwangi, Sabtu (3/11/2018). (Foto: Jafrianto/kumparan)

Dalam acara tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan bantuan ikan sejumlah tiga ton. Ikan tersebut diolah oleh pihak pondok pesantren baru kemudian dinikmati bersama santri.

Acara ini merupakan kolaborasi antara kumparan, KKP, BNI, dan Jatimnow. Acara ini juga masih dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober guna meningkatkan konsumsi ikan para santri.