Susi Dorong PT Garam Beli Garam Rakyat Minimal Rp 1.000/Kg

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Produksi Garam (Foto: Antara)
zoom-in-whitePerbesar
Produksi Garam (Foto: Antara)

Kementerian Kelautan dan Perikanan akan mengeluarkan kebijakan khusus mengenai harga beli minimum garam rakyat oleh PT Garam (Persero). Upaya ini dilakukan agar garam yang diproduksi petani tidak dihargai terlalu rendah.

Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Brahmantya Satyamurti Poerwadi mengusulkan harga minimal garam rakyat yang harus dibeli PT Garam adalah di kisaran Rp 800-1.000/kg.

"Setidaknya Rp 800 PT Garam siap ambil. Kita coba liat di kisaran sampai Rp 1.000, iya (itu terendah)," kata Brahmantya saat diskusi terbatas di Penang Bistro, Jumat (8/9).

Biasanya saat masa puncak panen, harga garam produksi petani anjlok hingga di kisaran Rp 400-600/kg. Bulan lalu, harga garam rakyat sempat menyentuh level tertinggi, yaitu Rp 3.500/kg. Tingginya harga garam disebabkan karena produksi yang minim akibat kendala cuaca.

Namun, dengan usulan harga beli garam minimal antara Rp 800-1.000/kg, petani juga harus memperbaiki kualitas garam. "Intinya di sisi petani, saya selalu sosialisasi tambak garam normalnya 7 hari, jangan 3 hari dipanen. Kalau harganya enggak tinggi itu kan pilihan. Makanya kita endorse mereka," sarannya.

Garam. (Foto: Dok. Menko Maritim)
zoom-in-whitePerbesar
Garam. (Foto: Dok. Menko Maritim)

Sementara itu, mengenai kegiatan distribusi garam konsumsi impor oleh PT Garam, Brahmantya meminta secepatnya diselesaikan. Pasalnya dalam waktu dekat, beberapa sentra produksi garam sudah memasuki masa panen raya.

PT Garam (Persero) telah merealisasikan importasi garam konsumsi yang ditugaskan pemerintah sebanyak 75.000 ton dengan kadar NaCl 97%. Gelombang pertama, sebanyak 25.000 ton garam konsumsi impor sudah masuk melalui Pelabuhan Ciwandan, Banten pada Kamis (10/8). Garam tersebut diangkut dari Australia dengan menggunakan Kapal MV Eco Destiny.

Selanjutnya kapal MV Golden Kiku pada tanggal 11 Agustus 2017 tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dan membawa garam impor sebesar 27.500 ton. Lalu kembali datang Kapal MV Uni Challenge yang tiba pada tanggal 21 Agustus 2017 di Pelabuhan Belawan, Medan dengan membawa garam konsumsi impor sebanyak 22.500 ton.

"Enggak nanti kita liat. Arahan ke PT Garam, liat lokasinya jangan asal didistribusikan, kalau panen kita hold dan harga yang ditetapkan mereka Rp 2.200/kg. Ini melihat panen sudah ada. Kelar distribusi bisa jadi mereka punya on hold stock, ya sudah. Saya sampaikan ke DPR, produksi garam rakyat 122.000 per 31 Agustus 2017. Kan artinya sudah mulai rata dan tidak ada hujan," jelasnya.