Susi Lolos dari Pengawasan Polisi hingga Lewati Massa 'Ganti Presiden'

3 Mei 2018 13:46 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo. (Foto: Mirsan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo. (Foto: Mirsan/kumparan)
ADVERTISEMENT
Polisi masih terus mendalami kasus persekusi yang menimpa Susi Ferawati (39) dan putranya dalam pelaksanaan car free day (CFD). Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan persekusi tersebut terjadi karena sejumlah massa yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja lolos dari pengawasan petugas sehingga melintas di depan massa yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan rekaman video yang beredar, Setyo menuturkan sebenarnya ada sejumlah polisi yang berpatroli menggunakan sepeda dan berjalan kaki, namun ada beberapa orang yang lolos dari perhatian petugas.
"Tapi kalau sampai terjadi kemarin itu kan orangnya ratusan, pada saat berjalan lolos satu dua orang kemudian terjadi kejadian itu," kata Setyo di PTIK, Jakarta Selatan, Kamis (3/5).
Menurut Setyo, Polisi telah menjalin koordinasi dengan penyelenggara CFD. Tetapi, rombongan tersebut tidak pulang ke arah yang sama.
"Yang saya katakan tadi ada yang lolos satu-satu yang wajar, karena kan pulangnya (misal) enggak ke Bintaro semua," katanya.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto (Foto: Aria Pradana/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto (Foto: Aria Pradana/kumparan)
Sebelumnya Wakapolri Komjen Syafruddin menyebut ada faktor kelalaian petugas yang mengakibatkan terjadinya persekusi tersebut.
"Itu kemarin jadi Polri juga ada kelirunya kenapa bisa ketemu, dia aparat keamanan di CFD tidak boleh mengatur pertenuan itu. Artinya mengatur supaya tidak bertemu," ujar Syafruddin di Jakarta, Rabu (2/5).
ADVERTISEMENT
"Kira-kira itu di alam demokrasi berbeda pendapat boleh kalau ada dua kelompok massa yang berbeda pendapat. Usahakan jangan bertemu di satu titik," tambah dia.
Fera dan putranya sendiri diduga diintimidasi dan disoraki oleh massa yang menggunakan kaus #2019GantiPresiden dengan kata-kata yang tidak pantas. Ia telah melaporkan hal tersebut ke Polda Metro Jaya bersamaan dengan perwakilan dari PSI pada Senin (30/4).