Sutopo: Data di Lapangan, Tinggi Tsunami Capai 5 Meter di Banten

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tinggi gelombang tsunami. (Foto: Dok. BNPB)
zoom-in-whitePerbesar
Tinggi gelombang tsunami. (Foto: Dok. BNPB)

Gelombang air laut yang menggulung pesisir Banten dan Lampung, pada Sabtu (22/12), menimbulkan korban jiwa dan kerusakan parah pada bangunan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum mengetahui tinggi dan besarnya gelombang yang datang tanpa peringatan itu.

Namun, berdasarkan kesaksian warga yang didapat BNPB, ketinggian di salah satu area terdampak di Pantai Carita, Labuan, Pandeglang, mencapai 2,5 meter sebagaimana foto di atas. Di daerah lain capai 5 meter.

"Tinggi tsunami berdasarkan info di lapangan baik dari masyarakat maupun petugas bervariasi. Ada yang yang mengatakan 2 meter di sini (Carita), ada juga yang mengatakan di daerah sekitar Sumur, Tanjung Lesung, Cikeulis (Banten), ada yang mengatakan lebih dari 5 meter," ucap Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di kantornya, Selasa (25/12).

Keadaan Pantai Carita Anyer dari pantauan udara. (Foto: Matheus Marsely/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Keadaan Pantai Carita Anyer dari pantauan udara. (Foto: Matheus Marsely/kumparan)

Data ketinggian tsunami itu dibutuhkan untuk memetakan area terdampak tsunami, sehingga bisa mempermudah proses evakuasi dan penanganan korban bencana.

"(Ketinggaian) ini yang bisa menjelaskan mengapa bangunan-bangunan di sepanjang pantai hotel-hotel vila di sana dalam posisi di terjang rata dengan tanah. Kalau hanya 30 cm kurang dari 1 meter, dampaknya tidak seperti ini," lanjutnya.

Soal kecepatan arus air, belum bisa diperkirakan meski pada beberapa kejadian sebelumnya, tsunami bisa bergerak hingga 600-800 km per jam dan akan melambat di daratan.

Minimnya fasilitas, jenazah diguyur hujan di Puskesmas Carita. (Foto: Mirsan Simamora/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Minimnya fasilitas, jenazah diguyur hujan di Puskesmas Carita. (Foto: Mirsan Simamora/kumparan)

"Kemarin berapa kecepatannya belum ada penelitian itu. Tapi kalau lihat hotel dan bangunan roboh itu kekuatannya besar sekali," terang Sutopo.

Sutopo mengatakan daerah terdampak bencana adalah wilayah Pandeglang. Dari 429 orang yang diketahui meninggal hingga siang ini, sebanyak 290 orang di antaranya ada di Pandeglang. Selebihnya berada di Lampung.

"(Di Pandeglang) 1.143 orang luka-luka, 77 orang hilang, 14.395 mengungsi," pungkasnya.