Sutopo: Jalan Gubeng Amblas karena Konstruksi, Bukan Sesar Gempa

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengusap matanya. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengusap matanya. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat di BNPB Sutopo Purwo Nugroho membantah isu amblasnya Jalan Gubeng, Surabaya, disebabkan oleh patahan sesar gempa. Ia menjelaskan, insiden ini justru diakibatkan oleh kesalahan konstruksi.

"Amblasnya tanah di Jalan Raya Gubeng Surabaya lebih disebabkan kesalahan konstruksi," jelas Sutopo dalam akun Twitternya, Rabu (19/12).

Sutopo menjelaskan, dinding penahan jalan (retaining wall) yang tidak mampu menahan beban menjadi penyebab amblasnya jalan tersebut. Apalagi, di saat musim hujan, kemungkinan jalan untuk amblas lebih besar.

Suasana di sekitar lokasi amblesnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya. (Foto: Instagram/@dishubsurabaya)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di sekitar lokasi amblesnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya. (Foto: Instagram/@dishubsurabaya)

"Jadi tidak ada kaitannya dengan sesar gempa atau patahan Surabaya dan Waru," imbuhnya.

Sutopo lalu membagikan foto perbandingan antara sebelum dan setelah terjadinya insiden tersebut. Dari kedua foto itu, menurut Sutopo, bisa dilihat bahwa dinding galian proyek tidak kuat menahan beban dinding di dekat jalan.

Suasana di sekitar lokasi amblesnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya. (Foto: Twitter/@Sutopo_PN)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di sekitar lokasi amblesnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya. (Foto: Twitter/@Sutopo_PN)

"Ditambah getaran dari kendaraan menyebabkan tanah ambles. Jadi konstruksi dinding tidak kuat," pungkasnya.

instagram embed

Jalan amblas tersebut menyebabkan tiang listrik ambruk dan jalan raya di sekitar lokasi lumpuh total. Diduga, badan jalan yang amblas mencapai panjang 100 meter, lebar 20 meter, dan kedalaman sekitar 4 hingga 20 meter.

Usai kejadian tim Rescue, Tagana dan tim gabungan lainnya berupaya mensterilkan lokasi kejadian. Petugas juga mematikan semua arus listrik untuk sementara waktu. Tak hanya itu, petugas juga mengevakuasi warga yang ada di sekitar TKP untuk menghindari longsor susulan.