Swalayan, Tempat Wanita Kolombia Berlindung dari KDRT di Tengah Pandemi Corona

Terobosan diambil Pemerintah Ibu Kota Bogota di Kolombia untuk melindungi perempuan dari kekerasan dalam rumah tangga alias KDRT yang meningkat di tengah lockdown.
Saat ini di Bogota tengah berlaku lockdown untuk mencegah penularan virus corona. COVID-19 telah menulari 4.350 jiwa dan membunuh 200 orang di seantero Kolombia.
Di tengah perjuangan menghadapi COVID-19, masalah lain dihadapi Kolombia khusunya Bogota. Sejak Lockdown berlaku pada Maret, hotline perlindungan terhadap KDRT tiap harinya menerima 471 panggilan dan pesan WhatsApp. Jumlah itu meningkat 160 persen dari sebelum lockdown berlaku.
Pada Rabu (22/4) Pemerintah Bogota menyampaikan, perempuan yang mengalami KDRT dapat mencari perlindungan di ratusan swalayan dan apotek. Program ini diberi nama kampanye #freespace.
Program tersebut melibatkan 630 swalayan dari tiga jaringan swalayan berbeda dan apotek di bawah jaringan Farmatodo.
Pemerintah memastikan, seluruh manajer toko sudah diberi pelatihan untuk merespons laporan wanita yang meminta tolong dan membantu mengontak pihak berwajib.
"KDRT tidak boleh dianggap masalah di balik pintu rumah," sebut Wali Kota Bogota yang juga penggagas kampanye tersebut, Diana Rodriguez, seperti dikutip dari Reuters.
"Kami meluncurkan kampanye #freespace, agar wanita yang mengalami KDRT dapat melaporkan tindakan itu dan mendapat pertolongan," sambung dia.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
*****
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
