Swedia Hadapi Ancaman usai Al-Quran Dibakar, Keamanan Perbatasan Diperketat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi polisi Swedia. Foto: Jonathan NACKSTRAND/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi polisi Swedia. Foto: Jonathan NACKSTRAND/AFP

Ancaman keamanan di Swedia meningkat setelah rangkaian aksi pembakaran Al-Quran. Pada Selasa (1/8) Pemerintah Swedia memutuskan memperkuat keamanan di perbatasan.

Dengan keputusan itu, maka kepolisian diberi wewenang lebih luas. Mereka kini berhak menghentikan hingga mencari orang yang dicurigai membahayakan keamanan.

Aturan baru, yang berlaku sejak Agustus 2023, termasuk memberikan izin polisi menggeledah tubuh dan memperkuat penggunaan alat pemantau elektronik.

PM Swedia, Ulf Kristersson. Foto: Jonathan Nackstrand/AFP

"Pengendalian pembatasan adalah tindakan membuat kami punya wewenang mengidentifikasi orang masuk ke Swedia yang berpotensi mengancam keamanan," kata Menteri Hukum Swedia Gunnar Strommer dalam konferensi pers seperti dikutip dari Reuters.

Pembakaran Al-Quran teranyar dilakukan pada akhir Juli lalu di depan gedung parlemen. Kepolisian memberi izin karena patuh pada konstitusi yang menjamin kebebasan berpendapat.

Setelah rangkaian aksi pembakaran Al-Quran, PM Swedia Ulf Kristersson mengakui kondisi makin rumit dan berbahaya.

Kristersson berjanji akan meredakan situasi berbahaya secepat mungkin. Oleh karena itu, ia meminta warga Swedia menggunakan kebebasan berpendapat secara bertanggung jawab.

Pemerintah Swedia tengah mencari cara agar pembakaran Al-Quran bisa dicegah.