kumparan
24 September 2018 19:04

Swedia Tangguhkan Deportasi Warga Uighur ke China

Uighur
Uighur (Foto: Reuters)
Swedia menunda permintaan deportasi warga Uighur ke China. Penolakan dilakukan karena kondisi warga Uighur yang memprihatinkan di negara tersebut.
ADVERTISEMENT
"Dari informasi sejumlah kelompok HAM, terindikasi situasi warga Uighur di wilayah barat Xinjiang cenderung memburuk," sebut pernyataan Kementerian Imigrasi Swedia seperti dikutip dari AFP, Senin (24/9).
"Keputusan diambil menyangkut kabar bahwa kelompok minoritas dari Xinjiang terindikasi menerima perintah pengusiran," sambung mereka.
Uighur
Uighur (Foto: Reuters/Thomas Peter)
Meski demikian, Kementerian Imgrasi Swedia tidak membeberkan angka detail berapa warga Uighur yang tetap akan berada di negaranya selama penangguhan berlangsung.
Mereka pun tidak menyampaikan batasan waktu sampai kapan kebijakan itu akan berlaku. Hingga kini, juga tak ada angka pasti berapa jumlah warga Uighur yang menetap di Swedia.
Namun, pada September ini, Pemerintah Swedia mengumumkan telah menolak memberikan suaka bagi satu keluarga pengungsi Uighur yang berasal dari Xinjiang.
Xinjiang adalah rumah bagi 22 warga Muslim Uighur. Kelompok tersebut merupakan keturunan bangsa Turki. Mereka diduga mendapat tindakan diskriminatif dari warga lain di China.
ADVERTISEMENT
Beberapa kelompok HAM di dunia termasuk PBB menuduh China menahan begitu banyak warga Uighur di sebuah penjara rahasia. Di tempat itu, warga Uighur dididik mengenai politik dan kebudayaan sesuai keinginan pemerintah China, mereka pun dilarang menjalankan kegiatan keagamaan.
Laporan tersebut direspons keras oleh Beijing. China menegaskan tuduhan itu mengada-ada dan tak berdasar.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan