Sydney Batasi Perkumpulan Maksimal 30 Orang saat Malam Tahun Baru

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kembang api terlihat saat perayaan malam tahun baru 2020 di Sydney, Australia, Rabu, (1/1).
 Foto: AAP untuk City of Sydney / Mick Tsikas / via REUTER
zoom-in-whitePerbesar
Kembang api terlihat saat perayaan malam tahun baru 2020 di Sydney, Australia, Rabu, (1/1). Foto: AAP untuk City of Sydney / Mick Tsikas / via REUTER

Sydney, Australia, sebelum adanya pandemi corona kerap diserbu wisatawan, termasuk saat perayaan malam tahun baru.

Namun kini di tengah pandemi corona yang tak kunjung mereda, otoritas Australia memperketat pergerakan orang di Sydney jelang perayaan malam tahun baru.

Dikutip dari Reuters pada Rabu (30/12), pertemuan di rumah dibatasi hanya 5 orang. Sementara pertemuan di tempat umum hanya boleh dihadiri maksimal 30 orang.

"Kami tidak ingin malam Tahun Baru menjadi penyebaran super corona," kata Perdana Menteri Negara Bagian New South Wales (NSW), Australia, Gladys Berejiklian.

Seseorang memakai masker sedang berjalan di daerah Sydney, Australia. Foto: Loren Elliott/Reuters

Berejiklian menyatakan pembatasan tersebut berlaku mulai Rabu (30/12) ini "Sampai pemberitahuan lebih lanjut".

"Jika saya bisa menekankan lagi, pesan terkuat untuk semua orang di New South Wales di mana pun Anda berada, batasi aktivitas dan mobilitas Anda," lanjut Berejiklian.

Berejiklian pun mengumumkan penambahan 18 kasus corona pada Rabu. Penambahan tersebut merupakan peningkatan kasus harian terbesar dalam seminggu terakhir.

Petugas medis menunggu di klinik pop-ip untuk pengujian virus corona di Pantai Bondi, Sydney, Australia. Foto: REUTERS / Loren Elliott

Adapun Kepala Petugas Kesehatan NSW, Kerry Chant, mengatakan penambahan kasus corona tersebut merupakan klaster baru yang mencakup 6 anggota keluarga yang tinggal di 3 rumah berbeda. Namun jumlahnya diperkirakan bertambah seiring banyak anggota keluarga lain yang bertemu saat pertemuan Natal.

Sejauh ini, Australia telah melaporkan lebih dari 28.300 kasus COVID-19 dan 909 kematian sejak awal pandemi.