Syekh Ali Jaber Bakal Isi Tausiah 16 Tahun Tsunami Aceh, Peserta 300 Orang

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Syekh Ali Jaber.
 Foto: Instagram/@syekh.alijaber
zoom-in-whitePerbesar
Syekh Ali Jaber. Foto: Instagram/@syekh.alijaber

Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh akan mengadakan peringatan 16 tahun Tsunami Aceh. Peringatan peristiwa bencana alam 26 Desember 2004 yang melumat ribuan nyawa itu bakal digelar dalam bentuk doa bersama dan tausiah disampaikan oleh Syekh Ali Jaber.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Jamaluddin, mengatakan, acara seremonial peringatan ini dilaksanakan di dua tempat bersamaan, yaitu di Stadion Harapan Bangsa dan Anjong Monmata, Banda Aceh, pada Sabtu 26 Desember 2020.

Dikatakan Jamaluddin, selama 16 tahun terakhir Pemda Aceh bersama pemerintah pusat dan dukungan masyarakat internasional, telah banyak melakukan berbagai kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi untuk membangun Aceh lebih baik di berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Kondisi di Meulaboh, Provinsi Aceh, setelah dilanda tsunami pada 31 Desember 2004 (kiri) dan dan setahun setelah bencana 4 Desember 2005 (kanan). Foto: AFP PHOTO / Agus dan Jewel Samad

“Peringatan 16 Tahun Tsunami Aceh menjadi media efektif membangun semangat untuk selalu bangkit dan mendukung pembangunan Aceh pascabencana. Namun, peringatan kali ini digelar bersamaan dengan terjadinya penyebaran COVID-19, sehingga perlu dilakukan secara terbatas, tapi tidak mengurangi makna spiritual peringatan itu sendiri,” kata Jamaluddin pada awak media di Banda Aceh, Jumat (18/12).

Seorang wanita membawa gambar terkait tsunami selama pameran foto menjelang peringatan tsunami 2004, di gedung museum tsunami di Banda Aceh. Foto: CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP

Kendati tsunami Aceh menyisakan kenangan buruk bagi korban dan masyarakat Aceh secara umum, tetapi semangat masyarakat dari tahun ke tahun semakin membaik dan mampu bangkit kembali menyongsong kehidupan yang lebih baik secara ekonomi dan sosial budaya.

Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama stakeholder terkait lainnya, kata Jamaluddin, melaksanakan peringatan tsunami tiap tahunnya adalah sebagai wujud refleksi dan semangat untuk membangun Aceh kembali. Pasca bencana melalui 4 filosofi, yaitu refleksi, apresiasi, mitigasi, dan juga promosi Aceh.

Suasana sebuah masjid yang rusak di Teunom, Aceh akibat tsunami dan setelah direnovasi. Foto: AFP PHOTO / Choo Youn-Kong dan Chaideer Mahyuddin

“Peringatan 16 Tahun Tsunami adalah untuk merefleksikan kejadian tsunami yang mahadahsyat agar menjadi pelajaran bagi masyarakat Aceh. Menyampaikan apresiasi kepada masyarakat nasional dan internasional, atas segala dukungan dan solidaritas global untuk Aceh dan momentum untuk selalu membangun semangat mitigasi bencana,” ujarnya.

“Peringatan ini juga menjadi penyemangat bagi masyarakat Aceh untuk menjaga peninggalan tsunami sebagai media pembelajaran, dan sebagai destinasi wisata Tsunami (memory tourism) bagi wisatawan, “ tambah Jamaluddin.

Peserta Acara Dibatasi

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani, mengatakan lantaran kondisi masih di tengah pandemi COVID-19, peringatan peringatan 16 Tahun Tsunami Aceh kali ini mengusung tema Refleksi Tsunami dan Kekuatan Masyarakat Aceh Dalam Menghadapi Pandemi COVID-19.

Dalam pelaksanaannya peringatan 16 Tahun Tsunami Aceh ini nantinya akan digelar secara sederhana, dengan jumlah tamu undangan terbatas.

"Karena sedang dalam keadaan pandemi COVID-19, maka peringatan 16 Tahun Tsunami digelar secara sederhana. Melalui pendekatan daring dan luring dengan kegiatan tausiah yang akan disampaikan oleh Syekh Ali Jaber," tuturnya.

Pekerjaa merawat taman bunga di perkarangan Museum Tsunami, Banda Aceh, Aceh, Senin (16/3/2020). Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Rahmadhani menjelaskan, khusus untuk acara di Stadion Harapan Bangsa sebagai lokasi utama peringatan akan mengundang sekitar 300 orang tamu undangan yang terdiri dari Forkopimda Aceh, bupati/wali kota, kepala SKPA, pimpinan DPRA dan DPRK Kota Banda Aceh, organisasi masyarakat, para ulama dan tokoh Masyarakat.

Sementara di Anjong Monmata akan mengundang 100 anak yatim untuk acara santunan, dan pada 24 Desember 2020 direncanakan akan dilakukan pembagian nasi kotak sebanyak lebih kurang 250 kotak, kepada masyarakat wilayah pesisir di kawasan Lampuuk, Syiah Kuala, dan Ulee Lheu sebagai bentuk rasa solidaritas.

“Kegiatan Peringatan 16 Tahun Tsunami Aceh juga akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Selain itu, juga akan disediakan masker, hand sanitizer, disinfektan, sabun cair, alat pendeteksi suhu tubuh, tempat cuci tangan, tim medis, bekerja sama dengan pihak Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan tim keamanan,” ungkap Rahmadhani.