Syekh Ali Jaber soal Kasus Penusukan: Jangan Dimanfaatkan untuk Adu Domba

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Syekh Ali Jaber Foto: Instagram/@syekh.alijaber
zoom-in-whitePerbesar
Syekh Ali Jaber Foto: Instagram/@syekh.alijaber

Syekh Ali Jaber kembali berbicara soal kasus penusukan yang dialaminya di Masjid Falahuddin, Bandar Lampung, pada Minggu (13/9).

Syekh Ali meminta umat tetap tenang dan jangan terpancing emosi atas insiden tersebut. Ia tak ingin kasus penusukan itu justru dimanfaatkan untuk adu domba.

"Umat tetap tenang, jangan terpancing emosi, jangan didorong memanfaatkan kita mengadu domba. Kekuatan kita adalah persatuan," ujar Syekh Ali dalam konferensi pers virtual melalui akun Youtubenya, pada Jumat (18/9).

Lebih lanjut, Syekh Ali meminta kejadian penusukan tidak terlalu dipikirkan. Terpenting, kata dia, ada hikmah atau solusi yang diambil agar kejadian serupa tidak terulang.

"Yang berlalu jangan dipikirkan, ambil hikmah, ambil ke depan apa solusinya," ucapnya.

Konfrensi pers Syekh Ali Jaber. Foto: Youtube/Syekh Ali Jaber

Ia menyatakan, kejadian penusukan tersebut merupakan takdir Allah SWT. Ia bersyukur kejadian itu tak sampai berakibat fatal. Sebab ia percaya, apabila Allah SWT belum menakdirkan seseorang meninggal dunia, orang tersebut akan tetap hidup sekalipun mendapat musibah.

"Musibah yang saya dapatkan tidak melebihi sesuatu yang terjadi karena Allah SWT yang telah menakdirkan selamat. Mungkin bisa lebih besar, saya meninggal dunia. Saya tidak takut soal mati. Saya percaya tidak ada orang yang mati tidak pada waktunya. Seluruh manusia bersatu kalau Allah SWT belum izinkan tidak terjadi," ucapnya.

Diketahui polisi telah menetapkan penusuk Syekh Ali Jaber, Alpin Andrian, sebagai tersangka. Ia dijerat Pasal 340 jo Pasal 53 KUHP subsider Pasal 338 jo 351 KUHP subsider Pasal 351 Ayat 2 jo Pasal 53 KUHP dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 2 Ayat 1 dengan ancaman hukuman mati.