SYL Ngaku Menteri Paling Miskin, Ternyata di LHKPN Punya Harta Rp 20 Miliar

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Terdakwa kasus pemerasan dan gratifikasi di Kementerian Pertanian Syahrul Yasin Limpo usai menjalani sidang dengan agenda pembacaan pledoi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (5/7/2024). Foto: Hafidz Mubarak/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Terdakwa kasus pemerasan dan gratifikasi di Kementerian Pertanian Syahrul Yasin Limpo usai menjalani sidang dengan agenda pembacaan pledoi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (5/7/2024). Foto: Hafidz Mubarak/ANTARA FOTO

Syahrul Yasin Limpo mengaku merupakan menteri yang paling miskin. Bahkan, sambil menangis, mantan Menteri Pertanian itu mengaku rumahnya di Makassar kebanjiran.

Hal itu menjadi pembelaan SYL atas tuntutan jaksa yang menilainya menerima uang Rp 44,7 miliar dari pungli para pejabat Kementerian Pertanian.

"Saya ini termasuk menteri yang paling miskin. Rumah saya itu, di BTN di Makasar waktu saya gubernur. Ini baru saja saya mau mencicil. Karena saya berharap di akhir perjalanan umur saya yang 70 tahun saya berada di sini, dan ini dicicil," kata SYL dalam sidang beberapa waktu lalu.

Jaksa pun kemudian menjawab pembelaan politikus NasDem itu. Menurut jaksa, keterangan soal miskin itu berbanding terbalik dengan aset SYL. Termasuk yang kemudian disita oleh KPK.

Petugas Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi) KPK membawa mobil sitaan yang diduga milik tersangka mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (14/5/2024). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Menurut jaksa, SYL mempunyai uang miliaran di rekening yang sudah diblokir KPK serta uang puluhan miliar yang disita di rumah dinas Mentan. Selain itu, ada juga rumah mewah di Limo, Jakarta Selatan, dan di Panakkukang, Makassar, serta mobil Toyota Vellfire dan Mercedes Benz Sprinter yang telah disita KPK.

Jaksa juga menyinggung soal jasa pengacara Febri Diansyah dkk yang disewa SYL dan anak buahnya selaku kuasa hukum untuk menghadapi proses hukum di KPK. Biaya sewa jasa pengacara itu disebut hingga Rp 3,1 miliar yang diklaim SYL dari dana pribadi.

Lantas, berapa kekayaan SYL?

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengunjungi sekaligus panen padi di Svarga Bumi Borobudur, lokasi agro wisata sawah Kabupaten Magelang, Sabtu (6/3). Foto: Dok. Kementan

Merujuk situs KPK, setidaknya ada 11 LHKPN yang pernah dilaporkan SYL. Mulai dari tahun 2005 hingga terbaru untuk periodik 2022.

Berikut daftar nilai total kekayaan SYL dari tahun ke tahun:

  • Rp 3.130.095.140 (2005 - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan)

  • Rp 8.856.034.009 (2009 - Gubernur Sulawesi Selatan)

  • Rp 12.195.698.610 (2012 - Gubernur Sulawesi Selatan)

  • Rp 19.485.765.304 (2015 - Gubernur Sulawesi Selatan)

  • Rp 21.085.100.925 (periodik 2017 - Gubernur Sulawesi Selatan)

  • Rp 18.969.857.382 (Maret 2019 - calon Anggota DPR dari NasDem)

  • Rp.18.969.857.382 (Oktober 2019 - Menteri Pertanian)

  • Rp 19.965.542.532 (Desember 2019 - awal menjabat Menteri Pertanian)

  • Rp 19.965.542.532 (periodik 2020 - Menteri Pertanian)

  • Rp 19.615.542.532 (periodik 2021 - Menteri Pertanian)

  • Rp 20.058.042.532 (periodik 2022 - Menteri Pertanian)

LHKPN terakhirnya untuk periodik 2022 dilaporkan SYL pada 31 Januari 2023. Dengan nilai Rp 20 miliar.

Sebagian besar hartanya berupa aset tanah dan bangunan sebanyak 16 bidang. Ia pun mempunyai 7 kendaraan. Berikut rinciannya:

  • Sebanyak 16 tanah dan bangunan yang tersebar di Gowa dan Makassar. Nilai totalnya Rp 11.314.255.150.

  • Kendaraan sebanyak 5 mobil dan 1 motor senilai total Rp 1.475.000.000. Terdiri dari Toyota Alphard, Mercedes Benz, Suzuki APV, Mitsubishi Galant, Toyota Innova, Jeep Cherokee, dan motor Harley Davidson.

  • Harta Bergerak Lainnya: Rp 1.149.970.000

  • Kas dan Setara Kas: Rp 6.118.817.382

Total: Rp 20.058.042.532

Kasus SYL

Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengenakan rompi tahanan KPK usai konferensi pers penahanan dirinya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (13/10/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Dalam kasusnya, SYL dituntut 12 tahun penjara. Jaksa menilai eks Gubernur Sulsel itu terbukti melakukan pungli di Kementerian Pertanian bersama dua anak buahnya: Kasdi Subagyono dan M. Hatta. Nilai totalnya hingga sekitar Rp 44,7 miliar.

Diduga, uang yang diterima itu digunakan untuk kepentingan pribadi SYL dan keluarganya.

Namun, SYL membantah bahwa dirinya berbuat korupsi. Ia pun meminta hakim menjatuhkan vonis bebas.