SYL Ngaku Menteri Paling Miskin, Ternyata di LHKPN Punya Harta Rp 20 Miliar

Syahrul Yasin Limpo mengaku merupakan menteri yang paling miskin. Bahkan, sambil menangis, mantan Menteri Pertanian itu mengaku rumahnya di Makassar kebanjiran.
Hal itu menjadi pembelaan SYL atas tuntutan jaksa yang menilainya menerima uang Rp 44,7 miliar dari pungli para pejabat Kementerian Pertanian.
"Saya ini termasuk menteri yang paling miskin. Rumah saya itu, di BTN di Makasar waktu saya gubernur. Ini baru saja saya mau mencicil. Karena saya berharap di akhir perjalanan umur saya yang 70 tahun saya berada di sini, dan ini dicicil," kata SYL dalam sidang beberapa waktu lalu.
Jaksa pun kemudian menjawab pembelaan politikus NasDem itu. Menurut jaksa, keterangan soal miskin itu berbanding terbalik dengan aset SYL. Termasuk yang kemudian disita oleh KPK.
Menurut jaksa, SYL mempunyai uang miliaran di rekening yang sudah diblokir KPK serta uang puluhan miliar yang disita di rumah dinas Mentan. Selain itu, ada juga rumah mewah di Limo, Jakarta Selatan, dan di Panakkukang, Makassar, serta mobil Toyota Vellfire dan Mercedes Benz Sprinter yang telah disita KPK.
Jaksa juga menyinggung soal jasa pengacara Febri Diansyah dkk yang disewa SYL dan anak buahnya selaku kuasa hukum untuk menghadapi proses hukum di KPK. Biaya sewa jasa pengacara itu disebut hingga Rp 3,1 miliar yang diklaim SYL dari dana pribadi.
Lantas, berapa kekayaan SYL?
Merujuk situs KPK, setidaknya ada 11 LHKPN yang pernah dilaporkan SYL. Mulai dari tahun 2005 hingga terbaru untuk periodik 2022.
Berikut daftar nilai total kekayaan SYL dari tahun ke tahun:
Rp 3.130.095.140 (2005 - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan)
Rp 8.856.034.009 (2009 - Gubernur Sulawesi Selatan)
Rp 12.195.698.610 (2012 - Gubernur Sulawesi Selatan)
Rp 19.485.765.304 (2015 - Gubernur Sulawesi Selatan)
Rp 21.085.100.925 (periodik 2017 - Gubernur Sulawesi Selatan)
Rp 18.969.857.382 (Maret 2019 - calon Anggota DPR dari NasDem)
Rp.18.969.857.382 (Oktober 2019 - Menteri Pertanian)
Rp 19.965.542.532 (Desember 2019 - awal menjabat Menteri Pertanian)
Rp 19.965.542.532 (periodik 2020 - Menteri Pertanian)
Rp 19.615.542.532 (periodik 2021 - Menteri Pertanian)
Rp 20.058.042.532 (periodik 2022 - Menteri Pertanian)
LHKPN terakhirnya untuk periodik 2022 dilaporkan SYL pada 31 Januari 2023. Dengan nilai Rp 20 miliar.
Sebagian besar hartanya berupa aset tanah dan bangunan sebanyak 16 bidang. Ia pun mempunyai 7 kendaraan. Berikut rinciannya:
Sebanyak 16 tanah dan bangunan yang tersebar di Gowa dan Makassar. Nilai totalnya Rp 11.314.255.150.
Kendaraan sebanyak 5 mobil dan 1 motor senilai total Rp 1.475.000.000. Terdiri dari Toyota Alphard, Mercedes Benz, Suzuki APV, Mitsubishi Galant, Toyota Innova, Jeep Cherokee, dan motor Harley Davidson.
Harta Bergerak Lainnya: Rp 1.149.970.000
Kas dan Setara Kas: Rp 6.118.817.382
Total: Rp 20.058.042.532
Kasus SYL
Dalam kasusnya, SYL dituntut 12 tahun penjara. Jaksa menilai eks Gubernur Sulsel itu terbukti melakukan pungli di Kementerian Pertanian bersama dua anak buahnya: Kasdi Subagyono dan M. Hatta. Nilai totalnya hingga sekitar Rp 44,7 miliar.
Diduga, uang yang diterima itu digunakan untuk kepentingan pribadi SYL dan keluarganya.
Namun, SYL membantah bahwa dirinya berbuat korupsi. Ia pun meminta hakim menjatuhkan vonis bebas.
