Tabrakan Maut Kereta di India: Kondisi Hancur Lebur hingga 200-an Orang Tewas
·waktu baca 2 menit

Dua kereta penumpang bertabrakan dengan kereta barang di distrik Balasore Odisha, India, pada Jumat (2/6). Akibat kejadian ini, hingga Sabtu (3/6) sekitar 288 orang tewas dan ratusan lainnya dirawat di rumah sakit.
Kepala Sekretaris Benggala Barat, H K Dwivedi, menyebut insiden ini adalah kecelakaan kereta terparah di India. Sementara pejabat Kereta Api Tenggara yang tak mau disebut namanya mengaku khawatir korban jiwa yang timbul akan bertambah.
Sementara itu, Perdana Menteri India, Narendra Modi, langsung mengerahkan operasi penyelematan di lokasi. Ia juga meminta agar "semua bantuan yang memungkinkan" langsung diberikan kepada mereka yang terdampak.
Penyebab Kecelakaan
Insiden ini berawal saat kereta Howrah Superfast Express yang beroperasi dari Bangalore ke Howrah, Benggala Barat, tergelincir dan jatuh ke jalur berlawanan sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Nahas di jalur berlawanan sedang meluncur kereta Coromandel Express dengan rute Kolkata-Chennai.
Tabrakan pun tak bisa dihindari. Setelah kedua kereta itu bertabrakan, mucnul kereta ketiga yang merupakan kereta barang yang langsung menghantam keduanya.
Ratusan Orang Sempat Terperangkap di Bangkai Tabrakan Maut Kereta di India
Akibat insiden ini, ratusan orang penumpang dari kedua kereta sempat terjebak di dalam gerbong.
"Saya tidak bisa mengomentari detailnya sekarang dan jumlah korban. Saya berada di Delhi dan bergegas ke lokasi kecelakaan," kata Archana Joshi, manajer umum Kereta Api Tenggara, dikutip dari Reuters, Sabtu (3/5).
Joshi mengatakan sejumlah besar orang yang terluka dan berhasil dievakuasi sudah dipindahkan ke rumah sakit.
Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban. Investigasi demi mengungkap penyebab kecelakaan kini sudah diluncurkan.
"Semoga yang terluka segera sembuh. Semua bantuan yang diperlukan akan diberikan," tutur Modi.
