Tahanan Rutan Pandeglang Tewas di Kamar Mandi, Ada Lebam di Pelipis & Bibir
·waktu baca 2 menit

Sarip Hidayat (42 tahun), seorang tahanan Rutan Kelas II B Pandeglang, ditemukan tewas di kamar mandi sel tahanannya, Rabu (28/8). Dari pemeriksaan medis, Sarip disebut meninggal karena sakit yang dideritanya.
Kepala Satuan Pengamanan Rutan Kelas IIB Pandeglang, Eris Rivaldi Juliansyah, menyebut Sarip sempat pingsan di kamar mandi pada 23.00 WIB.
"Tahanan tersebut pingsan di kamar mandi, jadi teman-temannya (di dalam sel) berupaya memanggil petugas yang jaga. Di rumah sakit dinyatakan meninggal karena sakit," kata Eris, Jumat (30/8).
Eris belum mengetahui ada tidaknya penganiayaan terhadap Sarip. Ia menyebut, CCTV yang ada terlalu jauh untuk memantau kamar sel 13, yang ditempati Sarip.
"Enggak ada sih (penganiayaan) kayaknya, rekaman CCTV itu dari mesjid ke kamar 13 sorotannya terlalu jauh, jadi cuma bisa menangkap (evakuasi korban) dibawa ke rumah sakit, enggak bisa langsung dalam kamar," terangnya.
Sarip sendiri merupakan tahanan titipan polisi. Sehingga, Eris pun menyerahkan pemeriksaan lanjutan ke kepolisian.
Kasatreskrim Polres Pandeglang Iptu Alfian Yusup mengaku menemukan lebam di tubuh Sarip.
"Pada saat piket reskrim sampai di RSUD Berkah Pandeglang, di situ anggota melihat ada lebam di pelipis kanan dan bibir atas," ungkap Alfian.
Meski begitu, Alfian belum bisa memastikan luka di tubuh korban apakah akibat penganiayaan atau bukan, termasuk apakah luka itu menjadi penyebab kematian korban atau tidak.
Menurut Alfian, guna mengidentifikasi penyebab kematian korban harus dilakukan autopsi. Namun pihak keluarga menolak proses autopsi terhadap jasad korban.
"Untuk penyebab kematian sendiri, kita belum bisa mengidentifikasi karena ketika tanya dokter disarankan untuk autopsi, sedangkan pihak keluarga menolak untuk (korban) diautopsi," ujarnya.
