Tahun Ini Kemenhub Reaktivasi 2 Jalur KA Peninggalan Belanda

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Ditjen Perkeretaapian tahun ini akan mereaktivasi 2 jalur kereta api peninggalan Belanda. Jalur KA pertama adalah Binjai-Besitang di Sumatera Utara dan kedua adalah Rangkasbitung-Labuan di Banten.
Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Prasetyo Boeditjahjono mengungkapkan kedua jalur tersebut menjadi prioritas program kerja Kemenhub yang dikerjakan tahun ini.
"Memang banyak mulai dari utara Binjai-Besitang, Medan-Binjai kan sudah jalan, Binjai-Besitang yang kita aktivasi. Lalu ada Labuan-Rangkasbitung itu yang utama," sebut Prasetyo kepada kumparan (kumparan.com), Selasa (9/5).

Menurut catatan Kemenhub, jalur KA Besitang-Binjai di Sumatera Utara memiliki panjang 80 km. Saat ini, jalur kereta lintas Binjai-Besitang sebagian besar masih menggunakan rel R.25 yang terdiri atas bantalan kayu peninggalan Belanda. Jalur ini tercatat sudah tidak aktif sejak Agustus 2013 karena kondisi konstruksi jalan rel dan bangunan lain (jembatan, stasiun dan fasilitas operasi) sudah tidak layak operasi.
Sementara itu jalur KA Rangkasbitung-Labuan sepanjang 56 km adalah jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Rangkasbitung dengan Stasiun Labuan, Banten. Lintas ini dibangun pada tahun 1908 dan ditutup sejak tahun 1982 karena kalah bersaing dengan moda transportasi massal lainnya. Lintas KA sepanjang 56 km ini memiliki percabangan ke arah Bayah dari Stasiun Saketi.
Selain mereaktivasi 2 jalur KA peninggalan Belanda, Kemenhub juga akan melanjutkan pembangunan jalur KA baru yaitu dari Rantau Prapat di Sumatera Utara menuju Kota Duri dan berlanjut ke Kota Dumai sepanjang 241 km.
"Di Sumatera Utara ke Riau ada, dari Rantau Prapat-Duri-Dumai," sebutnya.
