Taiwan Duga China Sedang Persiapkan Serangan ke Negaranya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu. Foto: Ann Wang/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu. Foto: Ann Wang/REUTERS

Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu menyebut China tengah mempersiapkan diri untuk menyerang negaranya di masa depan.

Komentar yang disampaikan Wu pada Minggu (11/12) didasari beberapa alasan, di antaranya China terus meningkatkan berbagai tekanan mulai dari pertahanan keamanan, politik, hingga ekonomi.

Dikutip dari wawancara eksklusif dengan The Guardian, Wu mengatakan, ancaman militer China menjadi lebih serius dari sebelumnya. Itu terlihat dengan peningkatan lima kali tindak provokatif pesawat perang ke zona pertahanan Taiwan sejak 2020.

Aktivitas militer China yang terbesar dilakukan, terjadi ketika Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan pada Agustus lalu. Sejumlah ahli bahkan mengatakan, China menggunakan momentum kedatangan Pelosi sebagai dalih peningkatan ancaman ke Taiwan.

Sebuah band militer berlatih untuk upacara untuk menandai peringatan 100 tahun berdirinya Partai Komunis China di Lapangan Tiananmen di Beijing, China, Kamis (7/1). Foto: Ng Han Guan/AP Photo

“Kami cukup yakin bahwa China mungkin ingin menggunakan dalih lain untuk melatih serangan mereka di masa depan terhadap Taiwan. Jadi ini adalah ancaman militer terhadap Taiwan,” kata Wu.

Secara data, lebih dari 1.500 pesawat tempur telah diterbangkan di sekitar pulau Taiwan pada tahun ini. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari pada 2020 yang cuma lebih dari 300 pesawat tempur.

Lebih lanjut, Wu melihat China melakukan kombinasi tekanan kepada Taiwan beberapa tahun terakhir ke depan. Contohnya pemaksaan ekonomi, serangan dunia maya, perang kognitif serta hukum, dan upaya diplomatik yang bertujuan mengisolasi Taiwan secara internasional.

Hubungan China dan Taiwan memburuk sejak Presiden Tsai Ing-wen berkuasa sejak 2016. Tsai dikenal sebagai tokoh anti-China terkemuka di Taiwan.

Ilustrasi tentara China. Foto: JASON LEE/AFP

Sejak Tsai berkuasa pula komunikasi resmi lintas selat antara China dan Taiwan terputus. Terpilihnya kembali Presiden Xi Jinping menjadi Presiden China juga membuat prediksi Menlu Wu mengenai serangan di masa depan semakin nyata.

Xi Jinping pernah berjanji kembali menyatukan China dan Taiwan. Bahkan cara seperti pengerahan kekuatan militer agar tujuannya tercapai bisa digunakan jika situasi memungkinkan.

Pemerintah China juga telah mengecam berbagai bentuk dukungan negara lain terhadap Taiwan. Termasuk lawatan Pelosi hingga pembukaan kantor perwakilan Lithuania di Taiwan.

Beijing menegaskan, apa yang dilakukan negara-negara asing di Taiwan sebagai bentuk intervensi terhadap urusan internal China.