Tak Ada Cesium di Pabrik Cengkeh Lampung-Surabaya, Akan Dicek Ulang 30 Oktober

Tim gabungan Kementerian Lingkungan Hidup hingga TNI-Polri masih menelusuri sumber pencemaran radioaktif cesium-137 (Cs-137) dari cengkeh di Lampung dan Surabaya, sebagaimana laporan dari US Food and Drug Administration (US FDA). Penelusuran sejauh ini, belum ditemukan ada cemaran radioaktif.
"Untuk yang di Lampung dulu ya, tim sudah turun di beberapa titik yang disinyalir menjadi tempat cemaran dari radionuklida Cs-137. Namun demikian tidak ditemukan itu ya, hampir tidak ditemukan," kata Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jumat (10/10).
"Kemudian tim menyusur, kemudian masuk kepada TPA, di sana ada sekitar mungkin enggak sampai 5 meter persegi ya, ada pancaran radionuklida itu, jadi yang disinyalir dari bekas industri yang tutup karena kebakar, ternyata tidak ada cemaran cesium 137 di sana," lanjut dia.
Bahkan, menurut Hanif, pihaknya sudah mengecek ke kebun cengkeh tapi juga belum ditemukan sumber pencemaran. Dalam waktu dekat ini, sambung dia, cengkeh yang diduga mengandung radioaktif dan sudah sempat diimpor akan dikirim balik ke Indonesia untuk diperiksa.
"Kita masih menunggu lagi yang dikembalikan atau di-recall yang suspect dari US FDA katanya tanggal 30 Oktober nanti sampai kita akan melakukan cek ulang," jelas dia.
