Tak Ada Kain Kafan, Sejumlah Jenazah Korban Gempa Cianjur Didiamkan di Halaman

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jenazah korban akibat gempa di Kampung Sudi, Desa Nagrak Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Jenazah korban akibat gempa di Kampung Sudi, Desa Nagrak Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur. Foto: Dok. Istimewa

Sejumlah jenazah korban tewas akibat gempa di Kampung Sudi, Desa Nagrak Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, terpaksa tak segera dipulasarakan pihak keluarga karena tidak adanya kain kafan.

Seorang warga Kampung Sudi, Ayi (40), mengungkapkan, terdapat sejumlah jenazah yang belum dipulasarakan oleh warga karena tidak adanya kain kafan.

Sepuluhan jenazah tersebut terpaksa sementara didiamkan di halaman atau tanah lapang dan belum dilakukan pemulasaraan karena tidak ada kain kafan," kata Ayi kepada kumparan, Selasa (22/11).

Ayi berharap adanya bantuan kain kafan dan sarana pemulasaraan lainnya agar jenazah-jenazah itu dapat segera dimakamkan.

Korban Luka Terus Berdatangan ke RS

Suasana di RSUD Sayang Cianjur, Kabupaten Cianjur pada Senin (21/11/2022). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Sementara itu, ratusan korban luka masih terus berdatangan untuk mendapatkan penanganan medis di RSUD Sayang, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11) siang.

Kabag Umum RSUD Sayang Cianjur, Anwar Amin, mengatakan sebanyak 420 orang korban mendapatkan penanganan medis di RSUD Sayang Cianjur.

"Sejak pukul 07.30 WIB tadi hingga siang ini terdata sebanyak 420 orang korban luka menjalani perawatan di RSUD Sayang Cianjur," kata Anwar.

KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman tinjau korban gempa di RSUD Sayang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Selain korban luka, kata Anwar, rumah sakit tersebut juga menerima 65 korban meninggal dunia.

"Hingga siang ini terdata 65 korban meninggal dunia, dan 62 korban tersebut telah dimakamkan oleh keluarganya," jelasnya.

Selain itu, lanjut Anwar, sebanyak 125 korban luka harus dirujuk ke sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD Syamsudin Sukabumi dan RSHS Bandung.

Sementara itu, versi Mabes Polri, korban tewas gempa Cianjur hingga siang ini mencapai 117 orang.