Tak Ada Kerusakan Pada Kapal Kargo yang Blokir Terusan Suez

Upaya untuk mengapungkan kembali kapal kargo yang memblokir Terusan Suez pada Jumat (26/3) terus gagal. Kapal kargo milik perusahaan Jepang Shoei Kisen Kaisha tersebut hingga saat ini masih dalam proses berupaya mengapungkan kembali kapal.
Dikutip dari AFP, Presiden Shoei Kisen Kaisha, Yukito Higaki mengatakan, kapal MV Ever Given itu masih dalam keadaan baik. Tidak ada tanda-tanda kerusakan mesin atau instrumen lainnya.
"Tidak ada masalah dengan kemudi dan baling-balingnya. Begitu kembali terapung, kapal tersebut dapat kembali beroperasi," kata Higaki sebagaimana dilaporkan Asahi Shimbun, Sabtu (27/3).
Ia juga berharap kapal dapat dipindahkan secepatnya pada Sabtu malam waktu Tokyo.
"Kami terus bekerja untuk memindahkan sedimen dengan alat pengerukan tambahan," tuturnya.
Di sisi lain, otoritas Terusan Suez mengatakan sebanyak 15.000 hingga 20.000 meter kubik pasir harus dipindahkan untuk mencapai kedalaman 12-16 meter dan mengapungkan kembali kapal.
Jika upaya tersebut gagal, maka tim penyelamat akan berusaha membongkar beberapa kargo MV Ever Given dan memanfaatkan air pasang yang akan dimulai pada Malam (28/3) untuk memindahkan kapal.
Pengamat di VesselsValue, Plamen Natzkoff, mengatakan tim kemungkinan akan mengerahkan lebih banyak sumber daya agar usaha tersebut dapat tercapai.
"Jika mereka tidak berhasil melepaskannya saat air pasang itu, air pasang berikutnya tidak akan datang dalam beberapa minggu ke depan, dan itu akan menjadi masalah," ungkapnya.
"Taruhannya terlalu tinggi untuk memakan waktu berbulan-bulan," lanjutnya.
Investigasi awal perusahaan pengaturan teknis kapal, Bernhard Schulte Shipmanagement (BSM) menunjukkan kapal kargo itu terdampar karena angin kencang. Posisi kapal dalam kondisi berbelok ke samping, sehingga kapal lain yang akan melintas terhalang.
Selain itu ada dugaan upaya mengesampingkan kerusakan mekanis atau mesin saat kapal itu transit di kanal pada Selasa (23/3).
Kapal kargo milik perusahaan Jepang, Shoei Kisen Kaisha, ini memiliki 25 ABK yang semuanya adalah warga negara India. Mereka saat ini masih di kapal dan dalam keadaan sehat.
