Tak Ada WNI Jadi Korban Banjir Bandang di New York

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mobil-mobil terendam di jalan yang banjir setelah hujan lebat saat sisa-sisa Badai Tropis Ophelia membawa banjir melintasi Atlantik tengah dan Timur Laut, di New York City, AS, Jumat (29/9/2023). Foto: Andrew Kelly/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Mobil-mobil terendam di jalan yang banjir setelah hujan lebat saat sisa-sisa Badai Tropis Ophelia membawa banjir melintasi Atlantik tengah dan Timur Laut, di New York City, AS, Jumat (29/9/2023). Foto: Andrew Kelly/REUTERS

Tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban terdampak banjir bandang yang menerpa beberapa wilayah di New York City, Amerika Serikat, pada Jumat (29/9).

Adapun banjir tersebut telah melumpuhkan sebagian besar aktivitas masyarakat, termasuk jalan raya, akses ke transportasi umum, dan penerbangan.

Hal ini disampaikan Direktur Perlindungan WNI, Judha Nugraha, dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (1/10). Per 2022, tercatat ada sekitar 32 ribu WNI yang tinggal di New York dan sekitarnya.

"KJRI New York telah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan komunitas masyarakat Indonesia. Hingga saat ini tidak ada WNI yang menjadi korban banjir bandang tersebut," kata Judha.

Seorang petugas polisi dari Patroli Jalan Raya NYPD mengamati pengendara yang berkendara melalui jalan yang banjir di Manhattan dekat jembatan Williamsburg, di New York City, AS, Jumat (29/9/2023). Foto: Andrew Kelly/REUTERS

Sebelumnya, sambung Judha, KJRI pun telah memberikan imbauan kepada masyarakat Indonesia untuk selalu waspada dan memantau informasi dari otoritas lokal.

Jika ada WNI yang mengalami keadaan darurat, maka segera hubungi 911 dan hotline KJRI New York di nomor +1 347 806 9279.

Adapun banjir bandang yang dipicu oleh hujan lebat ini menyebabkan layanan transportasi publik seperti kereta bawah tanah (subway) — yang paling banyak digunakan warga New York, terhambat.

Selain itu, sekitar 1000 penerbangan dari bandara-bandara utama John F. Kennedy International Airport, La Guardia, dan Newark ikut tertunda.

Sebuah bus sekolah melewati banjir besar di Larchmont, pinggiran Kota New York, New York, AS, Jumat (29/9/2023). Foto: Mike Segar/REUTERS

"Curah hujan bikin banjir 5 inci (13 sentimeter) di beberapa daerah dalam semalam, dan diperkirakan akan turun hujan lagi sepanjang hari," kata Gubernur Negara Bagian New York, Kathy Hochul, pada Sabtu (30/9), seperti dikutip dari Associated Press.

Terbaru, Hochul kemudian mengumumkan keadaan darurat (State of Emergency) sebagai respons atas banjir bandang itu di sejumlah area paling terdampak seperti New York City, Hudson Valley, dan Long Island.