Tak Ada Zona Merah di Bali, Wagub Harap Pariwisata Internasional Segera Dibuka

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Turis asing membawa papan selancar mereka di pantai Kuta, Bali, Kamis (9/7). Foto: Firdia Lisnawati/AP Photo
zoom-in-whitePerbesar
Turis asing membawa papan selancar mereka di pantai Kuta, Bali, Kamis (9/7). Foto: Firdia Lisnawati/AP Photo

Pemprov Bali menyatakan siap membuka kembali pariwisata internasional. Hal ini karena kasus corona di Pulau Dewata telah menurun.

Bahkan, menurut Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace, saat ini sudah tidak ada lagi zona merah penularan corona di wilayahnya dan statusnya sudah PPKM Level 3.

"Dalam kurun beberapa hari ini kasus aktif di Bali melandai, angka kesembuhan selalu di atas kasus aktif harian. Bahkan saat ini PPKM di Bali telah diturunkan menjadi level 3. Sudah tidak ada lagi zona merah di sini, 5 Kabupaten berada di zona kuning dan 4 lainnya zona oranye,” kata dia dalam keterangan pers, Jumat (24/9).

Adapun beberapa hal yang telah siapkan untuk menyambut wisatawan mancanegara (wisman) adalah teknis kedatangan, karantina, perjalanan selama di Bali, hingga kepulangan ke negara asal.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardha Sukawati. Foto: Denita Matondang/kumparan

Cok Ace menyebut telah disiapkan 62 RS rujukan COVID-19 tersebar di 9 kabupaten/kota se-Bali. Ketersediaan obat-obatan, oksigen dipastikan aman. Aparat keamanan seperti TNI/Polri dan juga Satpol PP untuk menjaga ketat pintu masuk ke Bali.

“Bahkan jumlah nakes kami sudah memadai untuk melayani jika hal terburuk terjadi,” kata Cok Ace.

Wisatawan mancanegara bermain selancar di Pantai Kuta, Badung, Bali. Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Sekitar 1.871 hotel, restoran, destinasi pariwisata, mal, hingga tempat umum telah tersertifikasi Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan) atau CHSE dari Kemenparekraf.

Penggunaan PeduliLindungi juga wajib di seluruh fasilitas publik.

"Jumlah masyarakat yang sudah divaksin dosis pertama sekitar 96%, dan 73,22% sudah menerima dosis kedua. Untuk pegawai pariwisata rata-rata sudah menerima vaksin kedua,” urai Cok Ace.