Tak Akui Pelantikan Presiden Lukashenko, Uni Eropa Tinjau Ulang Hubungan

25 September 2020 1:14 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko. Foto: Nikolai Petrov / BelTA / via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko. Foto: Nikolai Petrov / BelTA / via REUTERS
ADVERTISEMENT
Mengingat Deklarasi Perwakilan Tinggi atas nama Uni Eropa, 11 September, Uni Eropa sekali lagi menegaskan kembali bahwa pemilu Presiden Belarusia 9 Agustus tidak bebas dan tidak adil.
ADVERTISEMENT
Uni Eropa tidak mengakui hasil pemalsuan mereka. Atas dasar ini, apa yang disebut 'pelantikan' pada 23 September 2020 dan mandat baru yang diklaim oleh Alexander Lukashenko tidak memiliki legitimasi demokratis.
Demikian pernyataan High Representative on behalf of the European Union (Perwakilan Tinggi atas nama Uni Eropa, red) yang diterima kumparan Den Haag, Kamis (24/9) waktu setempat.
Pendukung oposisi menggelar unuk rasa menentang hasil pemelihan presiden di dekat Istana Kemerdekaan di Minsk, Belarusia. Foto: Tut.By/via REUTERS
‘Pelantikan' tersebut secara langsung bertentangan dengan keinginan sebagian besar warga Belarusia, seperti yang diekspresikan dalam banyak protes damai dan belum pernah terjadi sebelumnya sejak pemilu, serta hanya memperparah krisis politik di Belarusia.
Posisi Uni Eropa jelas: warga Belarusia berhak atas hak untuk diwakili oleh orang yang mereka pilih secara bebas melalui pemilihan baru yang inklusif, transparan, dan kredibel.
ADVERTISEMENT
Uni Eropa terkesan dan tersentuh oleh keberanian rakyat Belarusia yang terus berdemonstrasi secara damai untuk demokrasi dan hak-hak fundamental mereka meskipun ada penindasan brutal dari otoritas Belarusia.
Uni Eropa berdiri dalam solidaritas dengan mereka dan sepenuhnya mendukung hak-hak demokratis mereka untuk memilih presiden mereka melalui pemilu baru yang bebas dan adil di bawah pengawasan OSCE / ODIHR.
Uni Eropa mengulangi kembali harapannya agar otoritas Belarusia segera menahan diri dari penindasan dan kekerasan lebih lanjut yang ditujukan terhadap rakyat Belarusia dan segera membebaskan semua yang ditahan, termasuk tahanan politik, tanpa syarat.
Uni Eropa tetap meyakini bahwa dialog nasional yang inklusif dan tanggap secara positif terhadap tuntutan rakyat Belarusia untuk pemilu baru yang demokratis adalah satu-satunya cara untuk menemukan jalan keluar dari krisis politik serius di Belarus yang menghormati keinginan rakyat Belarusia.
ADVERTISEMENT
“Mengingat situasi saat ini, Uni Eropa sedang meninjau ulang hubungannya dengan Belarusia,” demikian bunyi pernyataan.
****
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona