Tak Bisa Jualan karena Corona, Petani Meksiko Bagikan Tomat Hasil Panen Gratis

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petani bagikan tomat karena permintaan pasar menurun diakibatkan virus corona. Foto: Reuters/JESUS BUSTAMANTE
zoom-in-whitePerbesar
Petani bagikan tomat karena permintaan pasar menurun diakibatkan virus corona. Foto: Reuters/JESUS BUSTAMANTE

Pandemi virus corona menghajar pertanian di Meksiko. Alhasil, petani tomat di wilayah Sinaloa memilih menyumbangkan hasil panennya ke bank makanan atau menjadikannya sebagai pakan ternak.

Mereka tak bisa menjual produknya ke pasaran menyusul larangan beroperasi oleh pemerintah Amerika Serikat dan Meksiko imbas corona. Permintaan tomat di Sinaloa sebagai wilayah terbesar penghasil tomat di Meksiko pun menurun hingga 40 persen.

embed from external kumparan

“Banyak hasil panen disumbangkan ke bank makanan atau institusi bantuan swasta. Terkadang jumlahnya malah tidak bisa ditampung oleh bank makanan,” ujar Presiden Asosiasi Petani di Sinaloa, Enrique Rodarte, seperti dikutip Reuters, Kamis (30/4).

Menurutnya, meskipun situasi saat ini lebih baik, sejumlah petani telah terlanjur kembali ke kampung halaman masing-masing. Mereka memilih kembali ke rumah lebih awal karena khawatir tak bisa pulang kampung karena lockdown.

Pekerja mengemas tomat segar di sebuah pabrik pengemasan di Campo Karely, di negara bagian Sinaloa, Meksiko. Foto: REUTERS/Jesus Bustamante

Pemerintah berencana untuk melonggarkan lockdown pada akhir Mei mendatang. Akan tetapi, Rodarte menilai krisis bagi petani bisa saja tetap terjadi menyusul masih tutupnya restoran hingga bulan depan.

“Kami berjuang untuk bisa menjualnya ke supermarket dan hanya yang sudah menjadi rekanan yang bertahan,” ucap Roderte.

Sebuah trailer membongkar tomat yang baru dipanen di sebuah pabrik pengemasan di Campo Karely, di Navolato, di negara bagian Sinaloa, Meksiko. Foto: REUTERS/Jesus Bustamante

Tomat selama ini menjadi komoditi ekspor cukup besar bagi Meksiko. Sebanyak 70 persen hasil panen diekspor ke AS senilai USD 2 miliar.

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.