Plt Gubernur DKI Ingin Ada Kereta TransJakarta

Meski Transjakarta sudah memiliki banyak bus, namun Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono (Soni), meminta agar Transjakarta menambah moda transportasi baru, yaitu kereta.
"Saya sudah bicara ke Menteri BUMN dan Menteri Perhubungan, Jakarta perlu lima set kereta api termasuk untuk ke bandara," kata Sumarsono di acara peluncuran 100 bus Maxi TransJakarta di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (9/4).

Menurut Sumarsono, pengadaan 5 train-set tersebut itu relatif tidak mahal. Satu gerbong kereta baru ia taksir seharga Rp 12 miliar, sementara gerbong bekas seharga Rp 1,5 miliar. "Kami kan inginnya baru, tapi kami menyesuaikan dengan kemampuan Transjakarta dan PT KAI," jelas Sumarsono.
Namun Sumarsono mengakui bahwa ide ini masih kasar dan belum dikaji lebih lanjut. "Ini baru pembicaraan awal, kita belum ada program secara jelas. Masih perlu kajian dan business plan lebih lanjut," jelasnya.
Menurutnya, meskipun sudah MRT, LRT, dan KRL yang akan melayani pengguna jasa kereta, namun kereta yang tersedia masih kurang.
Masih perlu lima train-set agar tidak berdesak-desakan seperti sekarang.
Sementara Direktur Utama Trans Jakarta, Budi Kaliwono menganggap perluasan moda transportasi seperti ini sebagai bentuk keberanian untuk berubah ke arah yang lebih baik. Namun perlu dikaji lebih dulu.
"Karena kita juga enggak boleh ketinggalan sama pemerintah DKI yang sudah melayani masyarakat dengan lebih baik," ujarnya.

