Tak Gelar Tarawih, Masjid Agung Jateng dan Masjid Kauman di Semarang Ditutup

Suasana sepi tampak di dua masjid besar di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (23/4) atau sehari jelang 1 Ramadhan. Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dan Masjid Agung Semarang atau Kauman tak menggelar Salat Tarawih.
Kedua masjid besar itu pun menutup pintu. Langkah itu tak lain untuk mencegah penyebaran virus corona yang kini tengah mewabah.
MAJT yang biasanya dipadati jemaah dari lingkungan setempat maupun dari luar kota tersebut kini tampak sepi. Pintu masuk juga ditutup. Tidak terlihat dari luar aktivitas jemaah yang melaksanakan Salat Tarawih.
Sementara itu, di Masjid Kauman juga terlihat hal serupa. Pintu gerbang masuk areal masjid memang dibuka, namun pintu masuk ke dalam bangunan masjid tampak tertutup rapat.
Meski begitu, masih tampak dua jemaah yang melaksanakan ibadah salat di teras masjid bersejarah Kota Semarang itu.
"Sesuai imbauan pemerintah dan menghindari maraknya COVID-19, tidak diadakan Salat Jumat, apalagi Tarawih. Pintu ditutup," kata Ketua Takmir Masjid Agung Semarang, KH Hanief Ismail, Kamis (23/4).
Sebelumnya, MUI Jateng sudah mengeluarkan tausiah panduan ibadah bulan Ramadhan selama masa pandemi COVID-19. Salah satu isi dalam tausiah adalah Salat Tarawih yang dilakukan di rumah masing-masing.
Keputusan MUI Jateng Nomor:03/DP-P.VIII/T/IV/2020 tentang Tausiyah MUI Jateng sebagai panduan ibadah bulan Ramadhan 1441 H dalam Situasi Darurat COVID-19,
MUI Jateng pun meminta masjid-masjid besar se-Jateng untuk menjadi contoh pelaksanaan dan pengaturan ibadah dalam situasi darurat virus corona.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
*****
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
