Tak Hanya Stunting, Penyakit Tidak Menular di Indonesia Juga Meningkat

Ancaman kesehatan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia terus meningkat. Tak hanya penyakit stunting atau bayi kerdil yang mencuat beberapa waktu terakhir, penyakit-penyakit lainnya juga sedang mengintai.
“Penyakit seperti obesitas juga meningkat. Kami juga memerlukan petugas kesehatan yang disebut dokter, kesehatan lingkungan sampai laboratorium harus bertanggung jawab satu tim,” ujar Menkes Nila F Moeloek saat memaparkan data tersebut di acara Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) di Hotel Bidakarya, Jakarta Selatan, Selasa (3/7/2018).
Nila menjelaskan, banyak penyakit tidak menular disebabkan karena perilaku dari masyarakat yang kurang memperhatikan asupan makanan sehari-hari. Sehingga dalam jangka waktu tertentu, kesehatan akan menjadi sedikit terganggu.
“Yang meningkat adalah penyakit tidak menular seperti jantung, gagal ginjal, diabetes, ini yang saya kaitannya perilaku kita. Kalau saya sudah diabetes tidak boleh lagi saya banyak makan gula dan perilaku saya diubah. Kalau obesitas saja itu naik antara 15,4 persen," jelasnya.
Khusus untuk stunting, jika anak yang menderita stunting telat mendapat penanganan maka bisa timbul penyakit-penyakit lainnya. “Kalau sampai 5 tahun ini baru dicecer makanan, bukannya tinggi malah besar ke samping. Nanti korelasinya ke penyakit tidak menular makin meningkat,” ungkap Nila.
Karena itu, idealnya penanganan penyakit stunting pada anak dilakukan saat usia di bawah 2 tahun. Dengan demikian, ia berharap angka penyakit yang mengancam masyarakat bisa ditekan. "Kita double burden (beban ganda) nih, udah stunting dan PTM," kata Nila.
Reporter: Ferry Fadhlurrahman
