Tak Masuk Zonasi, 39 Siswa dari 1 Desa di Subang Ini Terancam Putus Sekolah

11 Juli 2023 18:42 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Orang tua calon siswa memprotes sistem PPDB. Dok: Ist.
zoom-in-whitePerbesar
Orang tua calon siswa memprotes sistem PPDB. Dok: Ist.
ADVERTISEMENT
Tahun Ajaran Baru 2023/2024 akan dimulai pada 17 Juli 2023, namun ada 39 siswa-siswi asal Desa Banggala Mulya, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang terancam putus sekolah.
ADVERTISEMENT
Alasannya: Mereka tidak masuk zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk bisa melanjutkan ke SMA negeri, baik di Kalijati atau di luar kecamatan tersebut.
Pada Selasa (11/7), puluhan orang tua siswa mendatangi SMAN 1 Kalijati Subang, memprotes kebijakan PPDB, memohon supaya anak-anak mereka bisa masuk SMA tersebut mengingat itulah sekolah terdekat dari desa.
"Coba bapak-ibu pikir, tahun ajaran baru akan dimulai 6 hari lagi. Ini bagaimana dengan nasib anak-anak kami yang belum jelas melanjutkan ke mana sekolahnya. Sedangkan di SMA N 1 Kalijati tak diterima," kata Neni, salah satu orang tua siswa.
"Anak-anak mau sekolah di SMAN 1 Kalijati, tak mau ke sekolah swasta, karena SMAN 1 Kalijati lokasinya lebih dekat hanya sekitar 5 kilometer, sedangkan ke sekolah lain jauh," ujar Neni.
ADVERTISEMENT
"Selain itu, kebanyakan kami ini orang tak mampu untuk menyekolahkan anak ke sekolah swasta," lanjut Neni.

Sudah Terjadi Beberapa Tahun

Kasus seperti ini sebenarnya sudah terjadi beberapa tahun, warga desa Banggala Mulya tak bisa sekolah ke SMAN 1 Kalijati maupun SMA negeri lainnya.
"Akibat tak bisa sekolah ke negeri, akibat tak masuk zonasi, akhirnya banyak warga usia sekolah di Desa Banggala Mulya terpaksa sekolah ke swasta yang biayanya mahal," kata Neni.
Neni. Dok: Ist.
Neni meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jabar bisa secepatnya mengambil langkah dan solusi.
"Solusinya sebenarnya tak sulit, apa susahnya menambah ruang kelas baru agar semua warga Kecamatan Kalijati bisa bersekolah ke SMAN 1 Kalijati, jangan dibatasi dengan zonasi, karena zonasi ini sungguh tak adil," ujar Neni.
ADVERTISEMENT