Tak Pandang Usia, Bom Manchester Tewaskan Gadis Malang Berusia 8 Tahun

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Saffie Rose Roussos (Foto: Facebook)
zoom-in-whitePerbesar
Saffie Rose Roussos (Foto: Facebook)

Seorang anak berusia 8 tahun menjadi korban meninggal kedua akibat bom Manchester yang berhasil diidentifikasi.

Dilansir The Guardian, gadis malang bernama Saffie Rose Roussos tersebut terpisah dari ibu dan kakaknya yang dilarikan ke rumah sakit paska serangan yang terjadi dalam konser Ariana Grande tersebut.

Sebelum teridentifikasi, sang ibu sempat mengunggah status di Facebook untuk mencari tahu keberadaan anaknya.

Chris Upton, Kepala Sekolah Tarleton Community Primary School, dimana Saffie menempuh pendidikan, mengaku terkejut dan tak percaya bahwa gadis sebaik Saffie menjadi korban aksi biadab tersebut.

Saffie was simply a beautiful little girl in every aspect of the word. She was loved by everyone and her warmth and kindness will be remembered fondly. Saffie was quiet and unassuming with a creative flair.

Saffie hanyalah satu dari belasan anak yang menjadi korban bom yang telah diklaim oleh ISIS ini. Sebanyak 12 anak dengan usia dibawah 16 tahun kini tengah dirawat di Royal Manchester Children’s Hospital akibat luka berat yang dialami.

facebook embed

Total insiden berdarah ini menewaskan setidaknya 22 orang dan menyebabkan 59 lainnya luka-luka.

Perhimpunan Pelajar Indonesia di Greater Manchester (PPI-GM) memastikan tidak ada korban WNI. Dua orang WNI yang mengikuti konser tersebut dipastikan selamat.

"Kami menginformasikan bahwa dua mahasiswa pascasarjana asal Indonesia di Manchester yang menghadiri konser Ariana Grande di Manchester Arena selamat dari musibah tersebut," ujar Ketua PPI-GM, Muhammad Fidhzariyan Utama dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan (kumparan.com), Selasa (23/5).