Tak Punya APD, Petugas Skrining ODP dan PDP Corona di Bogor Pakai Jas Hujan

23 Maret 2020 12:03
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Petugas Skrining Orang Dalam Pantauan (ODP) di Bogor pakai jas hujan. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Petugas Skrining Orang Dalam Pantauan (ODP) di Bogor pakai jas hujan. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Akibat minimnya Alat Pelindung Diri (APD) para petugas medis di Puskesmas Leuwiliang, Kabupaten Bogor, terpaksa mengunakan  jas hujan plastik. Pengalihfungsian jas hujan ini terpaksa dilakukan lantaran tidak adanya pasokan APD di wilayah yang memiliki Orang Dalam Pantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) itu. 
ADVERTISEMENT
"Terkait pengunaan APD, otomatis virus ini kan mudah terpapar ya, jadi kami harus safety pelindung diri, APD seadanya, tidak ada baju perangkat pelindungnya yang sesuai standar, karena semuanya apa adanya pakai jas hujan yang penting, tidak kontak kulit percikan segala macam," kata petugas Puskesmas Leuwiliang Atih Djuarsih saat ditemui di kantornya, Senin (23/03/2020).
Atih mengakui sejauh ini bantuan APD dan masker dari Dinas Kesehatan masih terbatas. Atas arahan dari rumah sakit, para tenaga medis di Puskesmas disarankan mengunakan jas hujan sebagai pengganti APD.
"Kalau untuk masker, kami dapat bantuan dari ibu Bupati, kemudian sarung tangan kita masih ada stok. Tapi kalau untuk pakaian kita tidak ada, dan kita seusai arahan rumah sakit juga memakai jas hujan," imbuhnya. 
Petugas Skrining Orang Dalam Pantauan (ODP) di Bogor pakai jas hujan (kanan). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Petugas Skrining Orang Dalam Pantauan (ODP) di Bogor pakai jas hujan (kanan). Foto: Dok. Istimewa
Atih berharap pemerintah bisa memenuhi APD para tenaga medis. Sebab, kata dia, petugas berada di garda terdepan, dan mudah terpapar virus tersebut. Sehingga para tenaga medis harus terjamin keamanannya agar tidak tertular pasien.
ADVERTISEMENT
"Posisi harus melayani, di sisi lain kita ingin sehat. Jadi pakai APD seadanya jas hujan plastik. Apa pun keadaannya bahan yang ada yang penting petugas terlindungi," katanya.
Menurut Atih, upaya pengunaan APD seadanya ini untuk pencegahan penularan COVID-19 saat mengadakan skrining pemeriksaan sebelum masuk ruangan. Pasien yang datang diukur suhu tubuh dan mengunakan hand sanitizer. Jika suhu tubuh 37,5 drajat celcius dengan keluhan flu, batuk, disertai demam, maka oleh petugas akan pisahkan di ruangan yang sudah disediakan.
"Dari beberapa skrining itu kami menemukan beberapa ODP yang memiliki riwayat pulang dari luar negeri, dari rumah sakit sebanyak 12 OPD dan 2 PDP. Mereka yang ODP dan PDP itu rata-rata pulang dari Arab, ada yang kontak dengan dosen di Jepang, ada TKW Jepang dan satu karyawan perhubungan yang kemarin Pak Menteri perhubungan positif itu," katanya.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020