kumparan
9 Okt 2019 23:26 WIB

Takmir Masjid UGM soal Kuliah Umum UAS: Jangan Paksa Kami Membatalkan

Ketua Takmir Masjid Kampus UGM, Mashuri Maschab. Foto: Arfiansyah Panji/kumparan
Ustaz Abdul Somad (UAS) batal mengisi kuliah umum di Masjid Kampus UGM, Sabtu (12/10) mendatang karena tidak diizinkan oleh pihak Rektorat. Terkait hal itu, Ketua Takmir Masjid Kampus UGM Mashuri Maschab meminta agar pihak kampus yang menyurati UAS, bukan pihaknya.
ADVERTISEMENT
"Kita sepakat untuk berbeda pendapat, cuma jangan paksa kami untuk membatalkan. Kalau membatalkan, silakan (surat pembatalannya) yang buat rektorat," kata Mashuri di kediamannya di Jalan Damai, Ngaglik, Sleman, Rabu (9/10).
Mantan dosen sospol UGM itu mengaku sudah bertemu dengan Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan UGM Djagal Wiseso dan Wakil Rektor Bidang SDM Bambang Agus Kirono. Dalam pertemuan itu, pihak rektorat menyanggupi akan menyurati UAS secara langsung.
"Kami akan tunggu (tembusan) surat rektor dan kita tunggu hingga Jumat. Jumat persiapan teknis, kalau tidak ada kabar kita siapkan, tetap jalan, kita tunggu kedatangan. Kalau UAS enggak datang ya sudah, kan batalkan urusan rektorat dengan UAS," jelas Mashuri.
“Kalau ternyata UAS datang saya terima wong yang ngundang saya. Saya kalau menolak diseneni (dimarahi) Gusti Allah, ngundang orang kok enggak tanggung jawab,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
Mashuri menjelaskan, pihak rektorat membatalkan acara tersebut lantaran ada tekanan dari alumni yang menganggap sosok UAS kontroversial. Namun, menurut Mashuri, alasan tersebut tidak berimbang karena tidak mendengar pendapat dari dua belah pihak.
"Padahal mestinya cover both side, yang menghendaki dan tidak menghendaki," ucapnya.
Namun, Mashuri mengaku pihaknya belum berkomunikasi dengan UAS terkait penolakan tersebut. Ia juga mengaku tidak akan mempengaruhi keputusan UAS.
“Saya tidak akan mempengaruhi (UAS),” kata dia.
Apalagi, kata Mashuri, UAS sudah berjanji untuk datang, tiket pun sudah dibelikan. Sehingga, pihaknya akan tetap melakukan persiapan teknis pada Jumat (11/10) mendatang, untuk berjaga-jaga jika UAS datang.
"Ini kebetulan kami dikasih tahu (UAS ada agenda di Yogyakarta) dan kalau misalnya masjid menginginkan ngundang, kami kebetulan sudah lama ingin mengundang. Kita kan punya kajian profetik," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan