Taktik Polres Bungo Tangkap Bripda Waldi: Lacak Sinyal, Baca Mimik Gelisah
·waktu baca 3 menit

Kapolres Bungo, AKBP Natalena Eko Cahyono, mengungkapkan cara kerja timnya dalam menangkap Bripda Waldi Aldiyat, Propam Polres Tebo.
Penangkapan itu terjadi pada Minggu pagi (2/11), tidak sampai 24 jam dari penemuan jenazah Erni Yuniati (37 tahun), dosen sekaligus Ketua Program Studi S1 Keperawatan Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAKSS) Muaro Bungo.
Waldi-Erni berkenalan sejak April 2025 melalui Instagram. Mereka tukaran nomor hp dan saling berkomunikasi. Keduanya sama-sama belum berkeluarga.
Bagaimana pergerakan polisi?
Awalnya, jenazah Erni ditemukan pada Sabtu (1/11) pukul 12 siang.
"Dari penemuan mayat, kami langsung membentuk tim, bagi-bagi tugas, yang mengarah ke teman dekat. Ini to the point saja," kata Natalena saat dihubungi kumparan, Senin (3/11).
Teman dekat yang dimaksud adalah teman maupun saudara. "Apa yang kira-kira menjadi kecurigaan kami, kami kumpulkan datanya, dan mengerucut ke Waldi," katanya.
Lacak Sinyal Hp
"Apa yang menjadi dasar (menargetkan Waldi)? Karena secara teknisnya, posisi hp si tersangka dengan korban, ternyata sama-sama berada di Bungo," ujar Natalena.
Waldi Bohong: Ngaku Bersama Pacarnya yang Baru
Ternyata kepada polisi, Waldi sempat berbohong dengan mengatakan bahwa ia tidak bersama dengan Erni.
"Dia ditanya, 'Kamu ke mana saja dari jam sekian sampai jam sekian?' nah, keterangannya tidak sinkron dengan data analisis kami. Dia mengaku ke rumah temannya sama pacarnya yang baru," kata Natalena.
Mimik Gelisah
Kemudian, tim besutan Natalena ini sudah melakukan "interogasi" kepada Waldi, namun secara kasat mata, yang terjadi adalah seperti mengobrol biasa.
"Dari mimiknya saja sudah kelihatan dia gelisah. Entah gelisahnya ini berkaitan dengan meninggalnya si korban, ataukah dia memang ada keterkaitan," ujar Natalena.
Proses selanjutnya adalah tim harus benar-benar memiliki bukti keterlibatan Walid. "Obrolan biasa" itu pun dilakukan lagi yang sesungguhnya adalah mencari pengakuan.
Pengakuan 'Saya Melakukan Itu'
"Paginya, jam 4 pagi, kami melakukan gelar perkara," lanjut Natalena.
Sejam kemudian—karena jarak dari Polres Bungo ke Kabupaten Tebo adalah 1 jam—tim membawa surat untuk memeriksa Waldi.
"Begitu tim tiba di kos (yang ditempati Waldi), tim mengajak makan. Ini makan biasa, tapi kemudian dia mengaku: 'Saya yang melakukan itu'," kata Natalena.
Kapolda Jambi Beri Atensi
Kapolda Jambi Irjen Krisno Siregar memberikan atensi khusus terhadap kasus ini.
"Kasus ini terungkap kurang dari 24 jam. Tim telah merespons dengan cepat," kata Krisno saat dihubungi kumparan, Senin (3/11).
"Saya ikuti langsung kasus ini. Ini komitmen saya bahwa kami transparan ke penyidikan, akan tindak tegas oknum," lanjutnya.
Krisno menuturkan bahwa secara paralel akan dilakukan juga penindakan terkait pelanggaran kode etik. "Ditangani Propam Polda Jambi," katanya.
