Takut Banjir Susulan, Lansia di Mampang Pilih Bertahan di Pengungsian

Banjir di Kelurahan Mampang, Jakarta Selatan, sudah surut sejak Kamis (2/1) dini hari. Sebelumnya, banjir hingga setinggi dada sempat merendam tiga RT di Gang Jati Bawah, Kelurahan Mampang.
Pantauan kumparan, meski banjir sudah surut, sebagian warga memilih tetap bertahan di pengungsian hingga menjelang siang. Kebanyakan warga yang masih bertahan di salah satu lokasi pengungsian di Masjid Jami Daarut Taqwa merupakan lansia.
“Takut balik ke rumah. Yang sudah tua-tua ini kan sudah enggak bisa jalan. Jadi takut saya ada susulan, linu,” ujar Yudi (75), salah satu warga lansia yang mengungsi, Kamis (2/1).
Menurut seorang warga, Yono (30), para lansia yang menjadi korban terdampak banjir terpaksa dibopong dan digendong saat dievakuasi. Beruntung, air tidak langsung naik, sehingga ia dengan pemuda lainnya bisa mengevakuasi lansia, termasuk ibu dan balita, agar tak sampai jatuh korban jiwa.
“Alhamdulillah enggak ada korban. Soalnya naiknya enggak langsung tinggi. Yang bapak-bapak ini kemarin kita yang bantu evakuasi,” ungkap Yono.
Yono mengatakan, para lansia akan tetap berada di pengungsian untuk beberapa hari ke depan, sebagai antisipasi jika terjadi banjir lagi. Sebab, perumahan di tiga RT di Kelurahan Mampang, yakni RT 10, 11, dan 14 memang terletak menurun dan lebih rendah dari RT lainnya.
Hingga saat ini, warga masih tampak sibuk membersihkan rumah mereka dari lumpur dan genangan air imbas banjir. Beberapa rumah yang terletak di dataran yang lebih rendah bahkan masih digenangi air.

