Takut Tertular Virus Corona, Korut Tutup Pintu untuk Turis Asing

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Kota Pyongyang, Korea Utara. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kota Pyongyang, Korea Utara. Foto: Shutter Stock

Berbagai negara melakukan langkah-langkah pencegahan masuknya wabah virus corona asal China, termasuk Korea Utara. Namun Korut bertindak lebih jauh, yakni menutup rapat-rapat pintu bagi turis asing.

Hal ini disampaikan oleh biro perjalanan wisata ke Korut, seperti dikutip AFP. Menurut Young Pioneer Tours dalam pernyataannya, mulai Rabu (22/1) Korut "menutup sementara perbatasannya untuk seluruh turis asing sebagai tindak pencegahan virus corona".

Turis asal China adalah penyumbang terbesar devisa Korut di sektor wisata. Diperkirakan tahun ini jumlahnya akan bertambah seiring menghangatnya hubungan Korut dan China.

Di China, penderita virus corona strain baru ini telah mencapai lebih dari 400 orang. Pasien meninggal dunia akibat penyakit ini telah mencapai 9 orang. Penyebaran juga tercatat di berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Thailand, Korea Selatan, Jepang, dan Singapura.

Suasana kota Pyongyang, Korea Utara Foto: REUTERS/Damir Sagolj

Sejauh ini baru Korut yang benar-benar melarang turis asing ke negara mereka. Beberapa negara dunia, termasuk Indonesia, melakukan pencegahan virus dengan memasang alat pemindai panas di bandara atau pelabuhan.

Ini bukan kali pertama Korut melakukan tindakan serupa. Ketika virus SARS mewabah dan menewaskan hampir 800 orang di seluruh dunia, Korut melarang turis masuk selama tiga bulan.

Pada Oktober 2014, Korut menutup perbatasan untuk turis asing selama empat bulan ketika virus Ebola mewabah. Diplomat asing dan pengusaha yang memasuki Korut ketika itu juga harus dikarantina selama 21 hari. Padahal tak ada kasus penyebaran Ebola di negara-negara Asia.

Ketika virus MERS mewabah pada 2015, Korut selama beberapa bulan melarang diplomat dan pekerjanya di luar negeri untuk pulang ke tanah air, demi mencegah penyebaran penyakit.