Takut Video Mesum Disebar, Remaja di Sumut Dicabuli Pacar dan 9 Pria

6 Juni 2022 17:02
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi pelecehan seksual Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pelecehan seksual Foto: Nugroho Sejati/kumparan
ADVERTISEMENT
Seorang remaja perempuan 16 tahun di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Sumatera Utara menjadi korban pencabulan 10 pria. Salah satu pelaku merupakan pacar korban berinisial .
ADVERTISEMENT
Kasi Humas Polres Tapanuli Utara Aiptu Walpon Barimbing mengatakan, kasus pencabulan tersebut berawal saat korban dan kekasihnya berhubungan intim atas dasar sama-sama suka. Hubungan mesum itu mereka rekam dan tersimpan di ponsel pacar berinisial MRH (16).
“Menurut keterangan korban, bahwa dirinya pertama sekali dicabuli oleh MRH di salah satu tempat dengan cara mau sama mau. Saat mereka melakukan cabul tersebut, mereka merekam lewat HP (handphone), sehingga ada video tersimpan di HP, MRH,” kata Walpon, Senin (6/6).
Video mesum keduanya, lanjut Walpon dikirim ke rekan pelaku berinisial BAS (20). Selanjutnya BAS mengirim video itu ke korban dengan nada mengancam dan meminta agar korban mau berhubungan intim dengannya.
Keduanya pun bertemu, ternyata BAS tidak sendirian. Dia mengajak 2 rekannya berinisial JS (16 ) dan JAH (17). Korban tak bisa mengelak dan terpaksa memenuhi keinginan pelaku.
ADVERTISEMENT
"Takut dengan ancaman tersebut, satu malam mereka bertemu dan minta disetubuhi dan korban pun mau disetubuhi,” ujarnya.
Walpon menyebut, hubungan terlarang itu sampai ke telinga pelaku lainnya berinisial RDAM (17), LMS (15), dan EGFTN (16), ASS (17), DH (19). Mereka menggunakan cara yang sama dengan pelaku sebelumnya mengancam korban.
"“Hari berikutnya disusul oleh RDAM, EGFTN, besoknya LMS, hari berikut nya ASS dan yang terakhir DH,” ujar Walpon.
Aksi para pelaku terus berlanjut hingga suatu hari, kata Walpon, ibu korban melihat chat WhatsAPP pelaku di ponsel anaknya itu. Korban pun akhirnya mengakui hal itu, dan keduanya pun melapor ke kepolisian.
“Mereka dipersangkakan melanggar pasal 76E Yo Pasal 82 ayat (1), (2), (3) dan (4) UU RI tahun 2016 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” tutup Walpon.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020