Taliban Rebut 'Gerbang' Ibu Kota Kabul

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mantan Mujahidin memegang senjata untuk mendukung pasukan Afghanistan dalam perang mereka melawan Taliban, di pinggiran provinsi Herat, Afghanistan, Sabtu (10/7). Foto: Jalil Ahmad/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Mantan Mujahidin memegang senjata untuk mendukung pasukan Afghanistan dalam perang mereka melawan Taliban, di pinggiran provinsi Herat, Afghanistan, Sabtu (10/7). Foto: Jalil Ahmad/REUTERS

Jumlah kota Afghanistan yang direbut dan dikuasai pasukan Taliban kembali bertambah. Pada Kamis (12/8), Taliban merebut kota strategis Ghazni. Kota itu hanya berjarak 150 km dari Ibu Kota Kabul.

Kota Ghazni adalah ibu kota provinsi ke-10 yang jatuh ke tangan pasukan Taliban dalam sepekan terakhir.

Perebutan kota ini membawa tanda bahaya bagi Pemerintah Afghanistan, mengingat jarak kota ini terhitung dekat dengan ibu kota negara.

Kota Ghazni terletak di sepanjang jalan raya Kabul-Kandahar dan menjadi 'gerbang' antara Ibu Kota Kabul dan kota terbesar kedua Kandahar.

kumparan post embed

“Taliban mengambil alih wilayah-wilayah kunci di kota ini, yaitu kantor gubernur, markas besar kepolisian, dan penjara,” ujar kepala dewan provinsi Ghazni, Nasir Ahmad Faqiri, dikutip dari AFP.

Ia menambahkan, pertempuran masih terus terjadi di sejumlah area kota itu, tetapi sebagian besar wilayah telah sepenuhnya jatuh ke tangan Taliban.

Lewat keterangan juru bicara Taliban di media sosial, kelompok pemberontak itu telah mengonfirmasi kendalinya atas Kota Ghazni.

Pertempuran juga masih berlangsung sengit di Kota Kandahar, Herat, dan Lashkar Gar--kota yang cenderung pro-Taliban.

Pria di Afghanistan membawa senjata saat menghadiri pertemuan untuk mendukung pasukan keamanan Afghanistan dan bahwa mereka siap untuk berperang melawan Taliban. Foto: Stringer/Reuters

Selain itu, pada Rabu (11/8) malam, kelompok pemberontak mengumumkan telah merebut penjara di Kandahar. Kota itu sendiri telah berada di bawah kepungan Taliban selama beberapa pekan.

“Penjara itu telah sepenuhnya dikendalikan setelah sekian lama kami kepung, dan ratusan narapidana sudah dibebaskan dan dibawa ke tempat aman,” ungkap Taliban.

Diketahui, salah satu target mereka adalah membebaskan pasukan-pasukan Taliban yang ditahan oleh Pemerintah Afghanistan dan menarik para napi kembali ke medan tempur.

Hilangnya kendali Afghanistan atas penjara di Kandahar merupakan kabar buruk bagi Pemerintah.

Pertempuran antara Afghanistan dan Taliban semakin memanas sejak Mei lalu. Saat itu Amerika Serikat memulai operasi penarikan kembali pasukannya dari negara tersebut, setelah penempatan berlangsung hingga 20 tahun lamanya.

kumparan post embed