Taman Bendera Pusaka Bakal Dibangun di Blok M: Anggaran Rp 50 Miliar
·waktu baca 2 menit

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan anggaran sekitar Rp 50 miliar untuk pembangunan Taman Bendera Pusaka di kawasan Blok M. Taman tersebut mencakup penggabungan tiga taman, yakni Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser.
Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Fajar Sauri mengatakan anggaran tersebut bersumber dari pemanfaatan dana kompensasi Koefisien Lantai Bangunan (KLB).
“Iya, jadi pakai koefisien, nanti pembangunan memakai KLB,” ujar Fajar kepada wartawan, Jumat (1/8).
Fajar menyebut, besaran anggaran berada di sekitar angka Rp 50 miliar.
“Sekitar Rp 50 miliar ya (untuk tiga taman),” ucap Fajar.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan pedagang Pasar Burung Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mulai pindah pada Minggu (3/8).
Pemindahan dilakukan menyusul rencana penggabungan tiga taman, yakni Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuseur. Pembangunan akan ditandai dengan groundbreaking pada Jumat (8/8).
“Jadi seperti yang saya sampaikan ketika pemerintah Jakarta sudah memutuskan dan kami mempersilakan Wali Kota Jakarta Selatan dan jajarannya sudah melakukan sosialisasi. Sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Tanggal 3 (Agustus) ini adalah batas terakhir dan kami akan dalam waktu dekat menyelenggarakan groundbreaking,” kata Pramono di GOR Soemantri Brodjonegoro, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (4/8).
“Sehingga dengan demikian hal yang berkaitan dengan pasar burung di Pasar Barito itu saya sudah meminta kepada jajaran Pemerintah Daerah Jakarta Selatan untuk menyelesaikan. Dan saya yakin akan selesai,” tambahnya.
Bangun Tempat Relokasi yang Layak
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah meminta Pemprov DKI Jakarta segera membangun lokasi relokasi yang layak bagi pedagang Pasar Hewan Barito di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Ia menegaskan lokasi baru harus memadai agar para pedagang tetap dapat berjualan dengan nyaman, sekaligus menjawab keluhan terkait kondisi lahan yang dinilai belum layak digunakan.
“Kita akan siapkan anggaran untuk dibangun secepatnya di wilayah Lenteng Agung, karena itu tadi Pemprov DKI merelokasi juga menyiapkan tempatnya yang memang harus proper. Setidaknya win-win solution untuk kedua belah pihak kita,” ujar Ima saat ditemui di Kantor DPRD Provinsi DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (4/8).
