Taman Ismail Marzuki Dikelola Jakpro, Anies Pastikan Tak Cari Untung

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) didampingi Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto (tengah) dan perwakilan Budayawan Salim Said (kanan) melihat maket proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Rabu (3/7). Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) didampingi Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto (tengah) dan perwakilan Budayawan Salim Said (kanan) melihat maket proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Rabu (3/7). Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) kini telah selesai direvitalisasi. Hasil ini tidak lepas dari upaya BUMD DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan pengelolaan TIM tidak berbasis pada komersialisasi, meski dikelola BUMD DKI Jakarta, Jakpro.

"Kita sampaikan bahwa ini adalah sebuah fasilitas seni yang dikelola oleh BUMD yang tidak ditujukan untuk mencari keuntungan," ujar Anies di acara Pagelaran Perdana Graha Bhakti Budaya, Jumat (23/9).

"Karena itulah mengapa (dipilih) Badan Usaha Milik Pemerintah (Daerah). Karena badan usaha milik pemerintah lah yang bisa menjalankan kegiatan untuk tujuan kemaslahatan masyarakat yang dijalankan masyarakat dengan prinsip-prinsip pengelolaan yang baik tapi tidak sebagai tempat untuk mencari untung," lanjutnya.

Pekerja menyirami taman saat berlangsung revitalisasi Taman Ismail Marzuki di Jakarta, Kamis (14/10/2021). Foto: Sigid Kurniawan/Antara Foto

Alasan itulah yang bertujuan pemerintah harus mengalokasikan anggaran yang cukup untuk kegiatan kesenian dan kebudayaan.

Anies pun mengambil analogi Pemprov DKI Jakarta menyelenggarakan transportasi umum bagi masyarakat, sehingga pemprov perlu menyiapkan anggarannya.

Anggaran tersebut kemudian diberikan ke BUMD, namun BUMD tidak dituntut untuk menghasilkan keuntungan melainkan untuk bisa mengoperasikan kendaraan umum tersebut.

"Makin banyak kendaraan umum, maka makin banyak manfaatnya," tutur Anies.

Sejumlah seniman melakukan pertunjukan di halaman depan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (11/10/2021). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Jakpro pun ditugaskan untuk meningkatkan manfaat kemajuan seni dan budaya melalui TIM.

Komitmen keduanya diwujudkan dalam bentuk anggaran dari Pemprov DKI yang disalurkan kepada Jakpro agar pengelolaan kawasan Taman Ismail Marzuki bisa berjalan tanpa ada komersialisasi.

"Dan itu adalah komitmen kita dan bantuan seperti ini maka pengelolaannya pun akan setara dengan tempat kesenian, tempat-tempat kebudayaan kelas dunia, yang semuanya dikelola dengan prinsip-prinsip manajemen modern," jelas Anies.

Laporan: Muhammad Fadlan Nuril Fahmi