Taman Persahabatan Indonesia-Madagaskar Diresmikan, Pengingat Hubungan 2 Negara

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Perwakilan RI-Antananarivo Madagaskar Benny Yan Pieter Siahaan (kiri) bersama Menhan Republik Madagaskar Jenderal Richard Rakotonirina meresmikan taman persahabatan Indonesia-Madagaskar di Wisma Indonesia Ivato, Sabtu (6/11). Foto: KBRI Antananarivo
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Perwakilan RI-Antananarivo Madagaskar Benny Yan Pieter Siahaan (kiri) bersama Menhan Republik Madagaskar Jenderal Richard Rakotonirina meresmikan taman persahabatan Indonesia-Madagaskar di Wisma Indonesia Ivato, Sabtu (6/11). Foto: KBRI Antananarivo

Taman Persahabatan Indonesia-Madagaskar di Wisma Indonesia Ivato, Madagaskar, diresmikan pada Sabtu (6/11). Peresmian tidak hanya dihadiri oleh Kepala Perwakilan RI-Antananarivo Madagaskar Benny Yan Pieter Siahaan, tapi juga hadir Menteri Pertahanan Nasional Republik Madagaskar Jenderal Richard Rakotonirina.

Keduanya menandatangi batu prasasti sebagai simbol peresmian taman.

Dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri, Taman Persahabatan Indonesia memiliki dekorasi ciri khas rumah panggung Kalimantan. Hal itu dipilih karena berdasarkan studi ilmiah merupakan nenek moyang bangsa Madagaskar.

Selain itu, tanaman yang ada di taman persahabatan semuanya ada di Indonesia seperti kembang sepatu, pepaya, pakis, alamanda, pohon pisang, heliconia, dan palem kuning. Bahkan terdapat becak Indonesia yang di Madagaskar disebut pus-pus.

Sebagai simbol persahabatan kedua negara, telah dibuat batu dengan bendera Indonesia dan Madagaskar yang melambangkan persaudaraan erat kedua bangsa.

Kepala Perwakilan RI-Antananarivo Madagaskar Benny Yan Pieter Siahaan (kiri) bersama Menhan Republik Madagaskar Jenderal Richard Rakotonirina meresmikan taman persahabatan Indonesia-Madagaskar di Wisma Indonesia Ivato, Sabtu (6/11). Foto: KBRI Antananarivo

Kepala Perwakilan RI di Madagaskar Benny Yan Pieter Siahaan menyampaikan bahwa pendirian Taman Persahabatan Indonesia-Madagaskar ini dimaksudkan untuk menunjukkan hubungan Indonesia-Madagaskar tidak sebatas hubungan diplomatik, tetapi juga sejarah, budaya bahkan genetika di mana 40% gen dari bangsa Madagaskar berasal dari bangsa Indonesia terutama dari pulau Kalimantan.

“Bahkan tanaman-tanaman yang berada di taman ini seperti kembang sepatu, alamanda, pakis dan lain-lain semuanya diambil dari Madagaskar. Jadi kita sudah merasa seperti di Indonesia saja," kata Benny dikutip Minggu (7/11).

Dalam kesempatan itu Benny juga menyinggung soal hubungan kedua negara dalam hal pendidikan. Ada 400 alumni Indonesia di Madagaskar. Jumlah itu lebih banyak dari Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di negara tersebut.

Hal itu menunjukkan kualitas pendidikan di Indonesia tidak kalah dari negara lain. Benny berharap kerja sama kedua negara bisa terus berkembang.

“Saya bersyukur bahwa hubungan kerja sama antara kedua negara semakin meningkat dari waktu ke waktu di segala bidang, termasuk pendidikan dan sosial budaya," ujar Benny.

“Bahkan di masa pandemi ini tidak menyurutkan Indonesia untuk terus memberikan bantuan teknis melalui berbagai pelatihan secara daring. Diharapkan setelah pandemi berakhir, berbagai pendidikan dan pelatihan dapat dilanjutkan secara luring," kata Benny.

Menhan Republik Madagaskar Jenderal Richard Rakotonirina meresmikan taman persahabatan Indonesia-Madagaskar di Wisma Indonesia Ivato, Sabtu (6/11). Foto: KBRI Antananarivo

Sementara itu, Menhan Richard yang juga hadir sebagai Ketua Ikatan Alumni Indonesia (IAI) mengungkapkan perasaannya atas upaya Indonesia dalam menjalin persahabatan dengan Madagaskar.

“Saya selaku Presiden Ikatan Alumni Indonesia dan juga Menteri Pertahanan Nasional Republik Madagaskar merasa terhormat sekaligus terharu atas itikad baik Bapak Benny Siahaan selaku Kepala Perwakilan RI di Madagaskar yang berupaya mewujudkan persahabatan dan persaudaraan di Wisma Indonesia," imbuh Menhan Richard dalam bahasa Indonesia yang fasih.

“Harapan saya agar persahabatan dan persaudaraan Indonesia dan Madagaskar dapat abadi selamanya seperti yang sudah terjalin selama ini dan kerja sama kedua negara dapat terus ditingkatkan,” lanjut Menhan Richard.

Acara yang dihadiri oleh sejumlah alumni Indonesia yang kini menjadi perwira tinggi militer di Madagaskar itu juga diwarnai dengan berbagai perlombaan antar Keluarga Besar KBRI Antananarivo dan anggota IAI untuk mempererat hubungan silaturahim antar kedua belah pihak. Di antaranya lomba bola basket, tenis meja, tarik tambang, dan lomba karaoke .

Para alumni Indonesia tersebut sangat fasih menyanyikan lagu-lagu Indonesia. Selain itu, guna mengobati rasa rindu para alumni Indonesia akan kuliner khas Indonesia, para peserta disuguhi makanan khas Indonesia seperti nasi ayam bakar, bakwan goreng, risol, tahu bakso, bakpia dan dadar gulung