Tambang Batu Giok di Myanmar Longsor, 100 Orang Tewas

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana pertambangan batu giok Hpakant, Kachin, Myanmar. Foto: Soe Zeya Tun / REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Suasana pertambangan batu giok Hpakant, Kachin, Myanmar. Foto: Soe Zeya Tun / REUTERS

Setidaknya 100 orang tewas akibat longsor di tambang batu giok di daerah bagian utara Myanmar.

Otoritas Myanmar menyebut, bencana alam ini terjadi pada Kamis (2/7) pagi di negara bagian Kachin dekat perbatasan China. Sebelum longsor, hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

"Para penambang batu giok terbawa gelombang lumpur," kata Departemen Pemadam Kebakaran dan SAR Myanmar, seperti dikutip dari AFP.

embed from external kumparan

"Pencarian dan evakuasi sampai saat ini masih berlanjut," sambung mereka.

Longsor adalah bencana yang kerap terjadi di utara Myanmar. Korban jiwa mayoritas berasal dari kelompok miskin yang mencari sisa batu giok di area tambang peninggalan perusahaan besar.

Bagian utara Myanmar dikenal kaya sumber daya seperti giok, emas, dan kayu. Pada tahun 2014, LSM Wacthdog Global Witness menyebut, industri pertambangan di kawasan tersebut bernilai USD 31 miliar atau setara Rp 447,8 triliun, tetapi hanya sedikit yang sampai ke kas negara.