Tampang 6 Pelaku Klitih di Sleman yang Korbannya Remaja Usia 16 Tahun

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

Tampang pelaku pembacokan remaja di Ngaglik, Kabupaten Sleman. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tampang pelaku pembacokan remaja di Ngaglik, Kabupaten Sleman. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

6 Pelaku klitih dan pembacokan terhadap seorang remaja berinisial DHP (16) di Jalan Kaliurang, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman pada Senin (27/12) dini hari telah ditangkap Polres Sleman.

Tampang keenam pelaku ini pun ditampilkan saat jumpa pers di halaman Polres Sleman, Rabu (29/12).

Kapolres Sleman AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono menjelaskan bahwa dalam waktu 24 jam polisi berhasil menangkap keenam pelaku.

"Dari ke enam pelaku ini, lima orang dewasa kemudian yang masih statusnya anak hanya MBRK (17)," kata Wachyu.

Dijelaskan bahwa RM (18) merupakan pelaku utama dia kedapatan membacok korban sebanyak dua kali. Kemudian tersangka WW (18) turut serta memukul korban dengan menggunakan helm dan tersangka AN (19) memukul dan menendang korban berkali-kali.

Selanjutnya, tersangka HAPD (19) yang masih berstatus pelajar ini memukul korban sekali, tersangka MF (18) memukul korban dengan knot atau besi.

Tampang pelaku pembacokan remaja di Ngaglik, Kabupaten Sleman. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Sementara MBRK yang diketahui drop out sejak SMP memukul korban dengan botol bir dan mengenai badan dan punggung korban.

Enam orang itu pertama atas nama RM, pelajar dari Sleman dia membacok korban dua kali menggunakan celurit. Kemudian ada WW, Sleman lulusan SMA dia memukul korban menggunakan helm, kemudian AN, Sleman ini memukul dan menendang korban berkali-kali.

"Jadi mereka ada bermacam-macam latar belakang ya seperti yang tadi saya sampaikan ada yang lulusan SMA ada yang DO dari SMP, ada yang masih pelajar SMK. Semua berbeda-beda," katanya.

Wachyu membeberkan kronologi peristiwa ini bermula saat korban bersama empat rekannya ke salah satu Warmindo di Jalan Kaliurang, Ngaglik, Sleman untuk makan.

Lalu, pada Senin (27/12) pukul 01.30 mereka berniat kembali ke rumahnya. Akan tetapi saat di perjalanan korban bertemu rombongan pelaku.

Tampang pelaku pembacokan remaja di Ngaglik, Kabupaten Sleman. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Korban yang saat itu tengah membonceng rekannya tiba-tiba dilempar botol dan ditendang oleh sekelompok pengendara sepeda motor.

"Kurang lebih ada sekitar yang melintas pada saat itu sekitar 20 sepeda motor. Sehingga akhirnya korban karena ditendang akhirnya jatuh kemudian pada saat jatuh korban sempat dianiaya dikejar dulu, dianiaya menggunakan senjata tajam jenis celurit," ujarnya.

Korban mengalami luka robek di bagian punggung dan telapak tangan. Selain itu telunjuk jari korban nyaris putus dan 2 giginya patah. Korban harus menerima setidaknya delapan jahitan. Sementara korban lain yaitu rekan korban mengalami memar.

"Modus pelaku sendiri berawal dari konvoi kemudian bertemu di jalan untuk motifnya karena kelompok ini emosi bertemu dengan korban. Antara kelompok korban dan pelaku ini tidak saling kenal," ujarnya.

Sebelumnya, keenam pelaku ini diketahui telah menggelar acara di salah satu hotel di Kaliurang. Setelah itu pelaku turun ke arah selatan. Ketika sampai di TKP langsung menyerang korban.

"Kita sudah memeriksa keterangan dari korban sendiri. Dia tiba-tiba diserang, tidak ada angin tidak ada hujan langsung diserang sama kelompok pelaku ini. Karena antara kelompok dan pelaku tidak ada hubungan saling kenal," ujarnya.

Pelaku menjalankan aksinya dengan terpengaruh minuman keras. Satu pelaku sendiri diketahui positif mengkonsumsi obat-obatan terlarang berjenis benzo alprazolam.

"Para pelaku ini ada pengaruh juga dari minuman keras, kemudian obat-obatan dan sebagainya. Ada satu yang positif benzo alprazolam. Kita sudah koordinasikan dengan Satnarkoba untuk ditindaklanjuti informasi tersebut nanti kita dalami pengedarnya di mana," katanya.

Diberitakan sebelumnya, anak di bawah umur jadi korban pembacokan di Jalan Kaliurang KM 9, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (27/2) pukul 01.30 WIB.

"Sudah kita amankan 6 orang, sudah kita tangani. Dan sekarang ada di Polsek Ngaglik," kata Kapolres Sleman AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono ditemui di Polres Sleman, Selasa (28/12).

Wachyu menjelaskan bahwa keenam pelaku ini akan didalami keterlibatannya. Dari jumlah tersebut, satu di antaranya masih di bawah umur.

"Ada yang di bawah umur, banyak yang dewasa juga. Yang di bawah umur saat ini baru 1 orang dari 6 yang kita amankan," katanya.

Dari pemeriksaan sejauh ini para pelaku diduga tergabung dalam sebuah geng. Mereka diketahui menggelar acara di salah satu tempat di Kaliurang.

"6 orang sedang kita dalami keterlibatannya peran-perannya. Ya sementara ya mereka ada yang pelajar ada yang bukan," katanya.