Tampang Polisi Pembunuh Dosen: Brigadir Waldi Aldiat, Anggota Propam Polres Tebo

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono (tengah), Wakil Bupati Bungo Dedy Putra (kedua kiri), Kasat Reskrim Polres Bungo AKP Ilham Tri Kurnia (kedua kanan), saat menyampaikan perkembangan kasus polisi bunuh dosen. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono (tengah), Wakil Bupati Bungo Dedy Putra (kedua kiri), Kasat Reskrim Polres Bungo AKP Ilham Tri Kurnia (kedua kanan), saat menyampaikan perkembangan kasus polisi bunuh dosen. Foto: Dok. Istimewa

Kapolres Bungo, AKBP Natalena Eko Cahyono, mengungkapkan identitas polisi yang membunuh Erni Yuniati (37 tahun) dosen sekaligus Ketua Program Studi S1 Keperawatan Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAKSS) Muaro Bungo.

"Tersangka bernama Bripda Waldi Aldiat (22 tahun). Sekarang statusnya tersangka," kata Natalena saat dihubungi kumparan, Senin (3/11).

Bripda Waldi Aldiat. Dok: Ist.

Apa jabatan Waldi?

"Propam Polres Tebo, tapi baru 1 bulan, kurang-lebih. Sebelumnya di Humas, di Polres Tebo juga, sudah berdinas 2,5 tahun, kurang-lebih," kata Natalena.

Erni ditemukan oleh temannya yang khawatir akan keadaannya, di rumah Erni di Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Jambi.

Teman Erni itu melihat pintu belakang rumah tidak terkunci, lalu menemukan korban di kasur dalam kondisi hanya mengenakan pakaian dalam, dengan kepala tertutup bantal dan kaki tertutup sarung.

Rumah di Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Jambi, TKP kasus polisi bunuh dosen perempuan. Foto: Dok. Istimewa

Tubuh Erni lebam di wajah, bahu, dan leher. Di bagian kepala pun ada luka.

Natalena mengatakan tindakan pelaku sangat keji.

"Pelaku memang sangat jeli dan bengis, karena korban kondisinya itu sangat mengenaskan. Jadi pembunuhan, kemudian barang-barang berharga seperti mobil Jazz, motor PCX, perhiasan, itu diambil dan berusaha untuk mengaburkan (jejak) dari TKP," ujar Natalena.

Mobil milik dosen perempuan yang dibawa kabur polisi di Jambi, di Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Jambi. Foto: Dok. Istimewa

"Pelaku sudah mempersiapkan dengan proses yang memang lumayan sulit, tapi alhamdulillah dalam kurang dari 1 x 24 jam kami bisa ungkap kasus tersebut," kata Natalena.

Bripda Waldi Aldiat saat dicokok polisi. Foto: Dok. Istimewa