Tampang Pria yang Tabrak Satpol PP dan Minta Ditembak Polisi di Cakung

kumparanNEWSverified-green

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga yang melanggar aturan protokol kesehatan COVID-19 mengecat balok trotoar saat terjaring Operasi Yustisi Protokol COVID-19 di kawasan Pasar Jumat, Jakarta, Senin (14/9). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Warga yang melanggar aturan protokol kesehatan COVID-19 mengecat balok trotoar saat terjaring Operasi Yustisi Protokol COVID-19 di kawasan Pasar Jumat, Jakarta, Senin (14/9). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Seorang pria yang tak mengenakan masker terjaring razia yustisi di perbatasan Jakarta-Bekasi, Cakung, Jakarta Timur. Alih-alih menuruti aparat, pria ini mencoba kabur lalu menerobos aparat hingga menabrak seorang anggota Satpol PP.

Pria yang mengendarai mobil itu akhirnya berhenti. Kapolsek Cakung, Kompol Satria, pun turun tangan dan mengimbau pengemudi ini untuk turun.

Pengemudi tak bermasker yang tabrak Satpol PP dan minta ditembak polisi. Foto: Dok. Istimewa

Pria tersebut ternyata berinisial IBC, berusia kurang lebih 50 tahun. Ia berambut gondrong dan sudah agak putih. IBC juga mengenakan kacamata.

Polisi meminta identitasnya, namun IBC tidak memberi. Akhirnya, polisi mencabut kunci mobil IBC dan menahanya. Tapi IBC tetap tidak mau ditindak, bahkan ia meminta polisi untuk menembaknya.

Pengemudi tak bermasker yang tabrak Satpol PP dan minta ditembak polisi. Foto: Dok. Istimewa

Belakangan polisi menemukan keterangan bahwa IBC mengalami gangguan jiwa. Saat ini yang bersangkutan sudah dibawa ke RS Polri untuk diperiksa kejiwaannya.

Saat diamankan, IBC juga tengah bersama dengan seorang anak di bawah umur. Sang anak saat ini sudah dalam penanganan Suku Dinas Sosial Jakarta Timur.

Sementara anggota satpol PP yang ditabrak tidak mengalami luka serius. Ia hanya mengalami memar dan lecet di kaki.

***

Saksikan video menarik di bawah ini: