Tampang Terbaru Pimpinan JI Zulkarnaen 'Si Panglima Perang': Buron Bom Bali

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tersangka Zulkarnaen alias Aris Sumarsono alias Daud Alias Zaenal Arifin alias Abdulrahman. Foto: Densus 88
zoom-in-whitePerbesar
Tersangka Zulkarnaen alias Aris Sumarsono alias Daud Alias Zaenal Arifin alias Abdulrahman. Foto: Densus 88

Pelarian teroris DPO Bom Bali Zulkarnaen (57) akhirnya berakhir di Lampung setelah ditangkap Densus 88. Panglima perang Jemaah Islamiyah (JI) tersebut menjadi buronan 18 tahun.

Sepanjang pelariannya, Zulkarnaen berpindah-pindah tempat. Mulai dari Poso, Bali, hingga Lampung. Selama pelarian itu, wajah Zulkarnaen pun mengalami perubahan. Namun, hal itu tak dapat mengelabui Densus 88.

“Zulkarnaen pimpinan Askari Markiah (panglima perang) JI,” kata Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (14/12).

Proses penggalian (kiri) barang bukti senjata api rakitan (kanan) yang disembunyikan di halaman rumah tersangka Wahyudi alias Yudi. Foto: Densus 88

Dari foto yang diterima kumparan, Zulkarnaen saat ditangkap tampak mengenakan kemeja lengan pendek warna kuning dengan corak garis hitam. Wajahnya tampak menua dengan keriput di pipi dan kelopak matanya. Begitu juga rambut Zulkarnaen yang mulai memutih.

Saat ini, Zulkarnaen telah berada di tahanan khusus Densus 88. Ia diterbangkan bersama 22 teroris lainnya, termasuk Profesor Bom Upik Lawanga dari Lampung ke Jakarta menggunakan pesawat Batik Air pada Rabu (16/12) siang.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka Unang alias Ahmad Hasan Sabar. Foto: Densus 88

Sebelumnya, Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, Zulkarnaen merupakan panglima perang Jemaah Islamiyah (JI). Ia telah buron sejak 2002 atau selama 18 tahun.

Zulkarnaen terlibat aksi bom Bali I, bom Bali 2 hingga akhirnya bersembunyi di Lampung Timur. Ia ditangkap bersama 15 anggota JI lainnya.

“Bom gereja pada malam Natal tahun baru 2000, dan 2001 kasus bom Bali 1 tahun 2002, kasus bom Marriot pertama tahun 2003, kasus bom Kedubes Australia 2004, Kasus bom Bali 2 tahun 2005,” ujar Ahmad, Senin (14/12).

***

Saksikan video menarik di bawah ini: