Tanah Bergerak di Purwakarta Meluas hingga 10 Hektare, Warga Akan Direlokasi
ยทwaktu baca 4 menit

Fenomena pergerakan tanah yang terjadi di kampung Cigintung, Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Minggu (20/4) lalu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Pusat.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyebut, bencana tersebut menyebabkan sedikitnya 256 jiwa terdampak. Mereka akan direlokasi.
"Melihat kerusakannya seperti ini, harus segera dilakukan relokasi karena perubahan geologi. Lokasi ini tidak lagi aman untuk ditempati. Oleh karena itu, kita harus segera menentukan skenario relokasinya seperti apa," kata Pratikno dalam keterangannya, Jumat (20/6).
"Yang jelas tidak ada pembangunan huntara (hunian sementara) tetapi langsung relokasi," tegasnya.
Pratikno bersama sejumlah pejabat pemerintah pusat sempat mengunjungi posko pengungsian di Gedung Serbaguna Desa Pasir Munjul, Kecamatan Sukatani, Purwakarta, Kamis (19/6/2025). Dalam rombongan itu turut serta Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hadi Wijaya, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti
Sementara terkait lokasi hunian baru, PVMBG akan menentukan zona aman yang akan menjadi lokasi relokasi, baik secara terpusat maupun mandiri.
Keputusan melakukan relokasi menurut Kepala PVMBG Hadi Wijaya sudah tepat lantaran luas area gerakan tanah telah berkembang signifikan. "Sementara sudah final, jadi dari 2 hektare menjadi 10 hektare. Harus direlokasi sepenuhnya," kata dia.
Data terkini yang diterima oleh BNPB per Rabu (18/6) rincian jumlah warga yang mengungsi terdiri dari 145 jiwa mengungsi mandiri di rumah kerabat atau mengontrak dan 111 jiwa mengungsi di Kantor Desa Pasirmunjul.
Sementara itu Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menekankan fokus penanganan darurat juga salah satunya pendataan warga yang akan melaksanakan relokasi.
"Sudah ada dua opsi relokasi yakni terpusat atau mandiri. Masyarakat akan dilayani (relokasinya) sesuai dengan keinginannya. BPBD yang akan melakukan pendataan warga," terang Suharyanto.
"Kalau masyarakat ingin relokasi mandiri, tunjukkan tanahnya, jika assesmen Badan Geologi menyatakan lahannya aman, maka Pemerintah akan segera bangunkan rumahnya. Mudah-mudahan proses ini bisa lebih cepat," tutur dia.
Tanah Bergerak Meluas
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hadi Wijaya menjelaskan hasil kajian tim tanggap darurat PVMBG menemukan adanya perluasan wilayah berisiko tinggi fenomena pergerakan tanah di wilayah ini dari yang semula luasan 2 ha menjadi 10 ha.
Dua area berisiko tinggi tersebut adalah area barat daya seluas 4 ha dan area timur laut seluas 6 ha. Sementara Tol Cipularang yang berada di sebelah barat lokasi bencana relatif aman dari ancaman gerakan tanah Kampung Cigintung.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta menetapkan status Status Tanggap Darurat Bencana Gerakan Tanah di Desa Pasirmunjul Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta Tahun 2025 Nomor 364/Kep.262-BPBD/2025 selama 14 (empat belas) hari TMT 16 Juni 2025 sampai dengan 1 Juli 2025.
Warga diimbau untuk tidak memaksa masuk dalam wilayah zona rawan bahaya dengan alasan apapun serta membatasi kendaran yang memiliki tonase melebihi klas jalan yang melewati jalan di atas gawir mahkota longsoran.
Bantuan Kemensos
Dukungan untuk melakukan relokasi juga datang dari Kemensos. Wamensos Agus Jabo Priyono memastikan Kemensos akan terlibat aktif dalam tahap pemulihan paska bencana, terutama dalam pembangunan rumah warga terdampak.
"Rusak berat kita akan membantu sekitar Rp20 juta, rusak sedang Rp10 juta. Yang ringan sekitar Rp1 juta- Rp5 juta," kata Agus Jabo.
Tak hanya itu, setelah terbangun, Kemensos juga membantu perlengkapan rumah dengan nominal Rp 3 juta per hunian. "Jadi Kemensos akan terlibat aktif dalam proses pembangunan rumah termasuk isiannya," kata Agus Jabo.
Tak ketinggalan, dukungan pemulihan infrastruktur dasar juga turut disampaikan Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti. Ia memastikan akan ada pembangunan jalan dan jembatan pengganti demi menjamin konektivitas warga.
Bantuan tahap pertama kepada para korban bencana alam tanah bergerak di Purwakarta telah tersalurkan senilai Rp 21,6 juta terdiri atas 13 paket kidsware, 30 lembar selimut, 5 terpal, dan 1 paket penjernih air.
Pada tahap kedua, Kemensos menyalurkan bantuan senilai Rp 233,3 juta yang mencakup 1 unit perlengkapan dapur umum, 10 unit tenda keluarga, 50 tenda gulung, 50 kasur, 200 paket makanan siap saji, 100 paket lauk pauk, 30 paket sandang dewasa, 30 paket sandang anak, 50 family kit, 50 selimut, dan 50 kidsware. Total bantuan logistik kedaruratan yang disalurkan senilai Rp 254,9 juta.
Selain itu Kemensos juga memberikan 100 paket sembako bagi pengungsi dengan nominal Rp 21 juta.
Hasanah (41), salah seorang pengungsi dari Kampung Sukamulya, Desa Pasir Munjul, Kecamatan Sukatani, mengungkapkan rasa syukur telah dievakuasi dan mendapat fasilitas layak di posko pengungsian.
"Alhamdulillah, tenang sekarang di sini. (Fasilitas) air dan permakanan lancar. Terima kasih atas kunjungan dan bantuannya, mudah-mudahan cepat direlokasi, pindah ke tempat yang layak," kata dia.
