Tanah Longsor di Deli Serdang, Satu Orang Meninggal Dunia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dampak tanah longsor di Desa Rumah Kinangkung, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara.  Foto: Dok. BNPB
zoom-in-whitePerbesar
Dampak tanah longsor di Desa Rumah Kinangkung, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara. Foto: Dok. BNPB

Tanah longsor menimpa Desa Kinangkung, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara pada Jumat (12/11) dan memakan korban jiwa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Deli Serdang melaporkan kerugian materil, antara lain 10 rumah tertimbun, dua rumah rusak ringan, satu fasilitas ibadah dan satu fasilitas masyarakat setempat atau jambur terdampak.

"Tanah longsor yang terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi dan kondisi tanah yang labil. Satu warga luka-luka dan 31 warga lainnya terdampak," ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Dinas Sosial Deli Serdang dilaporkan telah menyalurkan bantuan logistik berupa 120 kotak makanan siap saji, 30 kotak makanan anak, 15 buah kasur, 15 buah matras, 5 buah tenda gulung merah serta 15 buah selimut.

Berdasarkan kajian inaRISK, Kabupaten Deli Serdang memiliki potensi bahaya bencana tanah longsor pada tingkat sedang hingga tinggi yang berdampak pada 9 kecamatan.

Pantauan prakiraan cuaca tiga harian per 12 sampai 14 November 2021 yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan Provinsi Sumatra Utara didominasi cuaca berawan, cerah berawan dan hujan ringan.

Dampak tanah longsor di Desa Rumah Kinangkung, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara. Foto: Dok. BNPB
Dampak tanah longsor di Desa Rumah Kinangkung, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara. Foto: Dok. BNPB

BNPB juga mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat dampak fenomena La Nina.

"Perangkat daerah setempat bersama para ahli dapat membuat peringatan dini sederhana terkait potensi pergerakan tanah apabila terjadi curah hujan dengan intensitas tinggi," imbuhnya.

Selain itu, mempersiapkan lebih dini tempat evakuasi warga yang tinggal di daerah berpotensi terdampak tanah longsor dengan mengedepankan protokol kesehatan.