Tanggapi Adu Jotos di Munas HIPMI, Ma'ruf Harap Budaya NU Jadi Contoh

23 November 2022 15:15 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wapres Ma'ruf Amin Hadiri Acara Pembukaan Halal 20 di Semarang, Kamis (17/11/2022). Foto: Dok. Setwapres/KIP
zoom-in-whitePerbesar
Wapres Ma'ruf Amin Hadiri Acara Pembukaan Halal 20 di Semarang, Kamis (17/11/2022). Foto: Dok. Setwapres/KIP
ADVERTISEMENT
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menanggapi adanya peristiwa adu jotos dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Solo, Jawa Tengah, pada Senin (21/11).
ADVERTISEMENT
Ma'ruf berharap peristiwa kekerasan itu tak berbuntut panjang.
Ia meminta HIPMI dapat mencontoh Nahdlatul Ulama. Menurutnya, meski ada pendapat berbeda di kalangan NU, namun tak ada tindak kekerasan yang terjadi saat kongres digelar.
”Saya harap itu apa yang terjadi kemarin itu seperti budaya di NU. Kalau di NU itu biasanya kalau mau kongres biasanya gegeran [ribut-ribut], tapi kalau sudah selesai gergeran [tertawa terbahak-bahak]," kata Ma'ruf kepada wartawan usai menghadiri Silaturahmi Bisnis (Silabis) Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI) di Pontianak, Kalbar, Rabu (23/11).
"Artinya kalau sebelumnya bolehlah, tapi nanti abis itu selesai, wassalam, saya harapkan begitu. Jadi tidak berbuntut ya, kalau berbuntut itu yang berbahaya,” lanjut Ma'ruf.
Panitia Munas HIPMI tidak membeberkan rinci penyebab adu jotos yang videonya viral di medsos itu. Namun, dari informasi yang dikumpulkan, adu jotos melibatkan dua kubu calon ketum HIPMI. Ada gesekan di antara mereka sehingga memicu saling bogem.
ADVERTISEMENT

Peringatan Presiden Tak Sampai

Sebenarnya Presiden Jokowi yang membuka acara Munas sudah mengingatkan pentingnya menjaga suasana politik. Namun Ma'ruf merasa pesan tersebut tidak sampai terhadap peserta Munas.
Ma'ruf menyebut pesan itu tidak sampai karena HIPMI terdiri atas pengusaha berusia muda yang menurutnya kadang kurang terkendali, khususnya dalam menyampaikan pendapatnya.
”HIPMI itu, kan, pengusaha muda, darah muda itu, kan, kadang-kadang seperti itu, kurang terkendali. Itu sudah diperingatkan oleh Presiden apalagi kalau tidak diperingatkan? Masih diperingatkan saja masih [begitu]. oleh karena itu kita harus terus memberikan edukasi kepada mereka untuk bisa mengendalikan diri apalagi mereka kan calon pemimpin,” ungkap Ma'ruf.
Lebih lanjut, Ma'ruf berharap masalah ini tidak berbuntut panjang pada panasnya hubungan di internal HIPMI.
ADVERTISEMENT
”Tetap saya mengharapkan mereka bisa menahan diri sebagai calon pemimpin ya, pengusaha yang tentu punya peran besar di masyarakat untuk bisa mengendalikan diri setiap menghadapi perbedaan,” kata Ma'ruf.
”Perbedaan itu pasti ada biasa kita dalam hidup kalau tidak ada perbedaan itu tidak memiliki inisiatif dan kreativitas. Tapi perbedaan itu harus bisa disalurkan secara lebih terhormat jadi tidak perlu secara berlebihan sampai itu terjadi permusuhan,” pungkasnya.