Tanggapi Pidato Yusril, Ahok Sebut Ayahnya Nasionalis Indonesia Sejati

Pidato Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, baru-baru ini ramai menjadi perbincangan masyarakat. Yusril menyebut, mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, tidak bisa menjadi presiden Indonesia lantaran bukan asli WNI.
Pidato itu diucapkan Yusril saat dia menghadiri Kongres Umat Islam di Medan, Sumatera Utara, Jumat (30/3).
"Ahok tidak lahir sebagai warga negara Indonesia (WNI), kami tahu persis, datanya bisa dicek di catatan sipil. Bapak Ahok,Tjoeng Kim Nam, warga negara Tiongkok dan ketika ada penentuan kewarganegaraan pada tahun 1962, Tjoeng Kim Nam memilih kewarganegaraan RRT (Republik Rakyat Tiongkok). Ahok lahir 1966, berarti Ahok adalah warga Tiongkok. Dan Ahok baru dinaturalisasi menjadi WNI sekitar 1986, " jelas Yusril.
Tidak lama setelah pidato Yusril itu viral di masyarakat, Ahok menunjukkan ke publik foto masa lalu keluarganya yang menggunakan baju adat Bali. Dalam foto itu, ia menyebut bahwa ayahnya adalah sosok nasionalis Indonesia sejati.
"Tidak ada manusia yang bisa memilih di mana dan sebagai siapa ketika dia lahir. Itu semua adalah misteri dan kehendak Ilahi. Dan Bapak Indra Tjahaja Purnama adalah seorang nasionalis sejati yang semasa hidupnya selalu membaktikan dirinya bagi masyarakat tanpa melihat faktor suku, agama, ras, dan antargolongan," tulis keterangan foto dalam akun Instagram Ahok, Selasa (3/4).
Dalam keterangannya, unggahan tersebut di-posting oleh @timbtp yang selama ini mendukung langkah Ahok. Unggahan itu pun mendapat respons positif dari warganet.
"Jadi bangga liat Bapak @basukibtp dan keluarga pernah foto pakai baju adat Bali," tulis akun Instagram @khosa86.
"Semoga bapak senantiasa diberikan kekuatan dan kesempatan untuk membangun Indonesia lagi pak," komentar @agusmariono31.
Tentang video Yusril, kala itu ia berbicara mengenai sejarah kemerdekaan Republik Indonesia. Paparannya terus mengalir hingga membahas soal amandemen UUD 1945 yang berisi syarat Presiden Indonesia harus WNI sejak kelahirannya.
Menurut Yusril, menelusuri status kewarganegaraan Ahok saat ini masih relevan karena dalam sejumlah kesempatan, Ahok pernah menyatakan ingin menjadi seorang Presiden.
Namun, alasan Yusril itu dianggap keliru oleh keluarga Ahok. Adik Ahok, Basuri, mengatakan tak sepatutnya orang seperti Yusril berkata seperti itu.
Baginya, isu itu sudah tak lagi relevan dan tak perlu dibesar-besarkan. Perpindahan kewarganegaraan ayahnya pun memang diwajibkan kala itu.
"Kita sesali aja. Saya pribadi sesalin, almarhum (Tjoeng Kim Nam) kan sudah meninggal. Kenapa sih diganggu-ganggu. Memangnya Si Ahok mau maju jadi presiden ada yang mau milih? Takut amat," ucap Basuri kepada kumparan (kumparan.com), Selasa (3/4).
