Tanggul Jebol Imbas Topan Super Ragasa di Taiwan, 14 Orang Tewas

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang pria berjalan di samping restoran yang rusak akibat Topan Super Ragasa di Hong Kong, China, Rabu (24/9/2025). Foto: Tyrone Siu/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pria berjalan di samping restoran yang rusak akibat Topan Super Ragasa di Hong Kong, China, Rabu (24/9/2025). Foto: Tyrone Siu/REUTERS

Setidaknya 14 orang dilaporkan tewas usai tanggul danau berusia puluhan tahun jebol. Dikutip dari AFP, Rabu (24/9), pejabat pemerintah mengatakan tanggul itu jebol setelah hujan lebat akibat Topan Super Ragasa menghantam Taiwan.

Tanggul danau di wilayah timur Hualien itu jebol pada Selasa (23/9) kemarin. Akibatnya, sebuah jembatan hanyut dan membanjiri sebuah kota, meninggalkan lumpur yang tebal.

"Rasanya seperti erupsi gunung berapi. Banjir berlumpur langsung masuk ke lantai pertama rumah saya," kata warga di Kuang Fu, Hsu Cheng-hsiung.

Pakaian dan barang-barang rumah tangga tertimbun lumpur akibat banjir setelah Topan Super Ragasa di Hualien, Taiwan, Rabu (24/9/2025). Foto: Tyrone Siu/REUTERS

Pejabat pers pemerintah Hualien, Lee Kuan-ting, mengatakan 14 orang tewas dan 18 orang lainnya terluka. Sementara Badan Pemadam Kebakaran Nasional mengatakan 124 orang dilaporkan hilang.

"Seperti film bencana," kata warga lainnya, Yen Shau.

Dia mengatakan satu jam sebelum tanggul danau jebol, banyak orang masih berada di supermarket lokal dan toko kelontong setempat.

"Dalam hitungan menit, air naik hingga setengah lantai pertama," ungkap Yen Shau.

Seorang pesepeda melihat pagar yang rusak di jalur sepeda yang rusak akibat Topan Super Ragasa di Hong Kong, China, Rabu (24/9/2025). Foto: Tryone Siu/Reuters

Dia juga mengaku tidak bisa tidur sepanjang Selasa malam karena takut banjir bandang dari danau kembali menerjang. Kemudian pada pagi ini, dia mulai membersihkan rumahnya dari lumpur.

"Lumpurnya terlalu dalam. Terlalu dalam untuk digali," katanya.

Dalam video yang dirilis Badan Pemadam Kebakaran Nasional menunjukkan jalan-jalan terendam banjir, mobil-mobil terendam, dan pohon-pohon tumbang.

Di sepanjang Taiwan, lebih dari 7.600 orang dievakuasi karena Topan Ragasa.