Tanggul Muara Baru Bocor Karena Korosi Beton, Imbas Air Laut dan Global Warming

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bekas rembesan air laut di tanggul laut Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat (5/12/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bekas rembesan air laut di tanggul laut Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat (5/12/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Tanggul di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, mengalami kebocoran sejak beberapa hari terakhir. Kebocoran itu dipicu korosi pada struktur beton hingga tekanan tinggi air laut.

“Penyebab kebocoran memang adanya pressure dari air laut yang cukup tinggi. Juga korosi beton akibat zat klorin air laut,” ujar Kasudin SDA Jakarta Utara, Herisuandi, saat ditemui di Tanggul Laut Muara Baru, Jumat (5/12).

Herisuandi menambahkan, kebocoran bukan hanya disebabkan tingginya tekanan air laut, tetapi juga faktor lingkungan yang memperburuk kondisi struktur. Selain itu pemanasan global juga mempengaruhi debit ketinggian air laut.

Bekas rembesan air laut di tanggul laut Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat (5/12/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

“Juga global warming yang meningkatkan permukaan tinggi air laut. Juga pengaruh juga land subsidence,” jelasnya.

Ia menyebut kondisi ini merupakan kombinasi dari beberapa faktor sekaligus.

Perbaikan Permanen Dimulai 2026

Bekas rembesan air laut di tanggul laut Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat (5/12/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Pemprov DKI Jakarta menyiapkan rencana jangka panjang untuk memperkuat tanggul. Dinas SDA saat ini tengah menyusun detail engineering untuk pembangunan struktur baru yang lebih tangguh.

“Mudah-mudahan bisa direalisasikan pada tahun anggaran 2026 dan selesai di tahun anggaran 2027,” ujar Herisuandi.

Menurut dia, kemungkinan besar akan ada penambahan tanggul di sisi luar dengan konstruksi spun pile.

“Kemungkinan memang akan ditambahkan tanggul di sisi luar. Dengan konstruksi yang lebih tangguh ya, yang lebih tangguh, berupa spun pile yang memang sudah ada contohnya di ujung yang di Pelabuhan Nizam Zachman,” jelasnya.

Bekas rembesan air laut di tanggul laut Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat (5/12/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Pihaknya memastikan koordinasi akan dilakukan dengan seluruh pemangku kepentingan pekan depan.

“Pastinya Dinas SDA juga akan melakukan koordinasi pada stakeholder yang terkait. Bukan hanya Pelindo, tapi juga Nizam Zachman, mungkin juga pihak-pihak swasta di samping Pelindo juga ada Pluit Sakti Kharisma dan Bina Karya, itu juga tentu akan kami undang untuk membahas bagaimana ini penanganan ke depan terkait dengan kewajiban masing-masing,” katanya.

Saat ini kebocoran di tanggul tersebut telah diperbaiki. Dinas SDA Jakarta Utara menambal kebocoran di retakan tanggul menggunakan karung pasir.