Tanggul Muara Baru Sempat Bocor, Kini Ditambal Karung Pasir
·waktu baca 2 menit

Tanggul Muara Baru, Jakarta Utara, yang sebelumnya mengalami kebocoran, mulai diperbaiki. Sela-sela tanggul yang merembes kini ditutup dengan karung berisi tumpukan pasir.
Pantauan kumparan di lokasi, Jumat (5/12) sekitar pukul 14.15 WIB, menunjukkan rembesan air dari tanggul mulai berkurang. Meski demikian, genangan air masih terlihat mengelilingi kawasan tanggul.
Menurut salah satu petugas Dinas Sumber Daya Air (SDA), rembesan terjadi karena usia tanggul yang sudah tua. "Kalau rembes emang ada, kita fokus yang bocor dulu," ujarnya.
"Yang rembes juga kita tambal," tambahnya.
Ia menjelaskan penambalan dilakukan untuk penanganan sementara.
"Karung-karung pasir buat sementara aja, nanti akan dicor juga," ujarnya.
Saat dilihat lebih dekat, beberapa sisi tanggul masih tampak berlubang. Lubang-lubang tersebut terisi air laut yang naik akibat pasang.
Sejumlah petugas SDA pun terlihat berada di lokasi. Mereka masih melanjutkan pekerjaan penambalan di sejumlah titik yang dinilai rawan kebocoran. Di pinggir tanggul tampak sampah berserakan.
Selain itu, dari pantauan kumparan, air yang berada di sisi luar tanggul memang sudah lebih tinggi dari pada daratan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya mengatakan, Pemprov DKI akan menerjunkan petugas dari Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara, untuk menambal tanggul yang bocor.
“Kami menyadari sepenuhnya bahwa hari ini dan besok (Jumat), puncaknya besok jam 09.00 pagi, pasti rob-nya akan tinggi sekali. Maka untuk itu, Pemerintah Jakarta sedang membantu untuk penambalan kebocoran yang terjadi,” kata Pram di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (4/12).
Dia mengatakan, kebocoran tanggul tersebut sebenarnya bukan merupakan tanggung jawab Pemprov DKI melainkan Pelindo.
Namun, seluruh tanggul di wilayah hilir Jakarta saat ini masuk dalam pengawasan DKI Jakarta, termasuk di Muara Angke, Waduk Pluit, Sunda Kelapa, Muara Baru, RE Martadinata, dan Marunda Pulau.
